Selamat Datang

Welcome Selamat Datang Wilujeng Sumping Ahlan wa Sahlan

Kamis, 07 September 2017

TATA CARA RUQYAH YANG BENAR

Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya”. [1]

Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar, agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari kaidah syar’i.

Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.

2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.

3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.

4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.

5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.

6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.

7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. [HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184].

8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُوْا الزَيْتَ وَ ادَّهِنُوا بِهِ فَإنَهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة

“Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”.[2]

9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. [HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180].

Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Dan menurut Syaikh Al ‘Utsaimin berkata, tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.

10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan بِسْمِ الله (Bismillah, 3 kali).

أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”.[3]

Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :

بِسْمِ الله أعُوذُ بِعزَِّةِ الله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ مِنْ وَجْعِيْ هَذَا

“Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini”.[4]

Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.[5]

[1]. Dinukil dari Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bi Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, hlm. 41.
[2]. Hadits hasan, Shahihul Jami’ (2/4498).
[3]. HR Muslim, kitab As Salam (14/189).
[4]. Shahihul Jami’, no. 346.
[5]. Fathul Bari (21/323).

Sumber: Almanhaj.or.id

7 SUNNAH NABI SAW YANG LAYAK DIHIDUPKAN...

Sebagai peringatan untuk diri saya sendiri, juga sebagai buah tangan buat sahabat sekalian - mari kita laksanakan 7 (tujuh) Sunnah Hebat ini.

Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah :

Pertama :
Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt.

Kedua :
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat...

Ketiga :
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Ke-empat :
Jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
Yakinlah, manfaat sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki...

Kelima :
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda...

Ke-enam :
Jaga wudlu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”.

Ketujuh :
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.

TOKEK SIHIR MENYEMBURKAN API

Saya punya pasien gangguan sihir kelas berat dimana bentuk sihirnya adalah pasien saya ini tubuhnya bergerak gerak sendiri tanpa bisa ditahannya. Saat saya ruqyah reaksinya sangat keras,  Alhamdulillah setelah mengikuti anjuran dari saya untuk ruqyah mandiri,  menyiramkan air ruqyah di seluruh sudut rumah rutin dan disiram di pekarangan ditemukan guci berisi buhul sihir dikedalaman 1 meter dibelakang rumahnya yang langsung dihancurkan dan dibuang.

Ketemu kendinya secara tidak sengaja yaitu pembantunya selalu melihat seperti ada asap dibelakang rumahnya saat digali ayah pasien saya pada kedalaman 30 cm tidak ketemu lalu pada kedalaman 1 meter ketemu kendi sihir.

Lalu tidak lama kemudian ada tokek sekarat tergantung diplapon rumahnya.

Saat dipukul kepalanya sama ibunya tiba tiba tokeknya menyemburkan api dari mulutnya lalu putus kepala tokek karena dipukul.

Saran saya jika ada yang kena sihir,  rutinlah menyiramkan air ruqyah keseluruh penjuru rumah dan pekarangan sampai Allah ridho ditemukan semua benda sihir dan makhluk pembawa sihir seperti tokek, cicak,  tikus ada yang mati.

Ciri tempat yg ada buhul sihirnya adalah seperti ada asap yang bisa terlihat mata telanjang setelah lokasi itu rutin disiram air ruqyah.


source: Ust. Perdana Akhmad/Founder QHI.

Selasa, 15 Agustus 2017

KIAT-KIAT SYAR'IYAH UNTUK PENCEGAHAN DARI TERKENA SIHIR

KIAT-KIAT SYAR'IYAH UNTUK PENCEGAHAN DARI TERKENA SIHIR

Judul asli:        الوقاية من السِّحرِ والعلاج منه
Alih bahasa  Ustad Salahudin Sunan Al-sasaki

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وعلى آله وصحبه وسلم تسليماّ كثيراً مزيداً إلى يوم الدين أما بعد :

Sebagaimana kita ketahui bahwa mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.Berangkat dari hal ini,saya ingin berbagi lagi mengenai kiat-kiat agar kita,dengan izin Allah سبحانه وتعالى,kita bisa terhindar dari sihir dan dari semua keburukan secara umum.Kiat-kiat ini saya terjemahkan dari nasehat Syeikh bn Baz رحمه الله ketika beliau ditanya tentang sihir.

Dalam tulisan ini ada beberapa kiat yang saya tambahkan dan itu sangat prinsif sekali sehingga perlu saya tambahkan.Adapun kiat-kiat yang dapat mencegah kita untuk terkena sihir diantaranya adalah:

1.Menjaga tauhid yang benar
2.Menjaga wudhu dan shalat lima waktu dengan baik dan benar.
3.Menjaga ketaqwaan kepada Allah.
4.Selalu membasahi lidah dengan istiqfar dan zikir-zikir umum.
5.Membentengi diri dengan zikir-zikir pagi dan petang.

Waktunya dibaca setelah shalat shubuh dan ashar sebelum tenggelam matahari.

2.Membaca surah Albaqarah:255(ayat kursi),Alikhlas,Alfalaq,dan An-Nas setiap selesai shalat lima waktu dan dibaca setelah membaca zikir-zikir setelah shalat wajib.

Setelah shalat zhuhur,ashar,dan Isya masing-masing di baca 1x.Sedangkan setelah shalat shubuh dan magrib ayat kursi dibaca 1x dan  Surah Alikhlas,Alfalaq,dan An-Nas masing-masing dibaca 3x.

6.Mewiridkan zikir-zikir sebelum tidur yaitu dengan cara:

1.Wudhu
2.Membaca tasbih 33x,tahmid 33x,takbir 34.
3.Membaca ayat kursi 1x
4.Membaca Albaqarah:284-286
4..Dekatkan kedua telapak tangan ke mulut seperti orang berdo'a lalu tiup, dan baca surah Alikhlas,Alfalaq,An-Nas masing-masing 1x lalu usapkan keseluruh tubuh yang dapat dijangkau mulai dari muka,dan kepala.Lakukan cara ini 3x.Catatan: Cara dari 1-4 ini dilakukan sebelum berbaring.

7. Lalu berbaring dan telapak tangan kanan ditaruh dipipi kanan dan berbaringlah dengan lambung kanan sambil membaca:

بِاسْـمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

“Dengan Nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.”(HR. Al-Bukhari).

8. بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Dengan Nama-Mu (aku tidur), wahai Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau mencabut nyawaku, maka berikanlah rahmat-Mu padanya. Dan apabila Engkau membiarkan hidup, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.

Keterangan: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian bangkit dari tempat tidurnya kemudian ingin kembali lagi, hendaknya ia mengibaskan ujung kainnya 3x dan menyebut Nama Allah, karena ia tidak tahu apa yang ditinggalkannya di atas tempat tidur selelah ia bangkit. Apabila ia ingin berbaring, maka hendaklah ia membaca: ‘Bismika Rabbi…’“.( HR. Al-Bukhari).

9.اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ.

‘Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku ke-pada-Mu. Karena mengharap dan takut kepada-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau utus.”

Keterangan: Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila engkau mati pada malam itu, maka engkau mati diatas fitrah (Islam). Dan jadikanlah kalimat (dzikir) itu sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan.” (HR. Al-Bukhari).

10.Menjaga zikir keluar dari rumah.

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه ,Nabi صل الله عليه وسلم  bersabda,
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْم

ِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ « يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ.

“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
11.Membaca kalimat tammah di tempat tujuan terlebih di tempat-tempat yang ditakuti/angker.

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق.

A'udzu bikalimaatillahi tammati min syarri maa kholaq.

"Aku mohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna dari semua keburukan yang telah diciptakan".(RH.Muslim).

Demikianlah tulisan singkat ini dan semoga bermamfaat.Aamiiiin.

وصل الله على محمد وآله وصحبه وسلم،والحمد لله رب العالمين.والله اعلم.

-BAARAKALLAHU FIIKUM-

-PUBLISH ULANG  HARI EFENDI WIJAYA-

RUQYAH AKAN SANGAT HEBAT PENGARUNYA APABILA TERPENUHI SYARATNYA.---(sebagamana menurut syaikh Jibrin)

Syarat Pertama
Pantasnya orang yang meruqyah adalah seorang yang baik, shalih, kosisten (istiqomah), memelihara shalat, ibadah, dzikir-dzikir, bacaan, amal-amal shalih, banyak melakukan kebaikan, jauh dari perbuatan maksiat, bid’ah, kemungkaran-kemungkaran, dosa-dosa besar dan kecil, berusaha selalu makan yang halal, khawatir dari harta yang haram, atau syubhat, karena sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ

“Perbaikilah makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang do’anya terkabul” [HR Ath-Thabrani di dalam Al-Ausath sebagaimana di dalam Majma Al-Bahrain 5026]

وَذَكَرَ الرِّجَلُ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَارَبِّ بَارَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّىَّ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

“Beliau menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, (rambut) kusut, berdebu, mengulurkan tangannya ke langit seraya (berkata) wahai Rabbku, wahai Rabbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi makanan dengan yang haram, maka bagaimana bisa dikabulkan karena hal itu” [HR Muslim kitab Az-Zakah 1015]

Makanan yang halal termasuk di antara penyebab dikabulkan do’a. Diantaranya lagi adalah tidak menentukan upah atas orang yang sakit, menjauhkan diri dari mengambil upah yang lebih dari kebutuhannya. Maka semua itu lebih mendukung kemanjuran ruqyahnya.

Syarat Kedua

Orang yang sakit meyakini bahwa Al-Qur’an adalah penawar, rahmat, dan obat yang berguna. Apabila ia ragu-ragu, maka hal itu tidak ada gunanya. Misalnya ia berkata, “Cobalah ruqyah. Jika bermanfaat, alhamdulillah dan jika tidak bermanfaat juga tidak apa-apa”. Tetapi ia harus yakin dengan mantap bahwa ayat-ayat tersebut benar-benar bermanfaat dan sesungguhnya ayat-ayat itulah yang merupakan penawar yang sebenarnya, sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka, apabila syarat-syarat ini telah terpenuhi, niscaya bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala

Menyikapi Fenomena Ruqyah Yang akhir- akhir ini kian marak di masyarakat..

Kami Peruqyah Syar'iyyah mengajak masyarakat untuk WASPADA terhadap  setiap praktik Pengobatan yg mengatasnamakan RUQYAH...

Mengingat  banyak TERJADI PENYIMPANGAN di lapangan,    PELECEHAN SEXUAL , PENIPUAN ,  dan KEKERASAN yang Menimbulkan korban Jiwa ... 

Seperti  Judul  koran pada gambar di bawah ini " YANTO TEWAS SETELAH DI RUQYAH" 

Wallahi Setelah di Kroscek Ternyata Pelaku hanya MENCATUT nama RUQYAH padahal DUKUN YANG BERTOPENG sebagai seorang USTADZ...

Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk JELI sebelum melakukan Perobatan ,   terlebih  sebagai MUSLIM kita pun harus dapat  memahami  BEDA RUQYAH dengan PERDUKUNAN itu sendiri ....

Jelinya kita dalam hal ini, selain dapat  terhindar dari   Trik KOTOR para dukun , dengannya kita mampu MENJAGA AQIDAH kita atau saudara kita dari dosa SYIRIK yang membinasakan.

Maka disini kami paparkan BEDA RUQYAH dengan PERDUKUNAN semoga kita memahami nya..  :

1. Ruqyah Itu menggunakan ( membacakan ) Al Quranul kariim , asma Allah dan sifat - sifatNya , membacakan doa dengan bahasa Arab atau bahasa yg mudah di fahami,  ( Membaca Asma Allah disini bukan mewiridkannya sekian Ratus atau ribuan kali ,kemudian berdoa , bukan begitu  !!...   Nabi Shallahu'alahu wassalam mengajarkan kepada kita bagaimana ber doa dengan menggunakan Asma wasifat, salah satu  yg  beliau Shallahualahi wassalam  ajarkan adalah :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allâh, Rabb (pencipta dan pelindung) semua manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau adalah asy-Syâfi (Yang Maha Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (dari)-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit (lain) ( HR. Bukhori - Muslim ).

Maka Jika ada seorang yang membacakan kepada anda asmaul Husna Ratusan hingga Ribuan kali kemudian berdoa , atau membacakan kepada Anda Al Quran kemudian ditambah dengan bacaan yang anda tidak memahami bacaan tersebut WASPADA itulah salah satu TANDA PERDUKUNAN.

2. Peruqyah tidak meyakini bahwa bacaan tersebut berpengaruh dengan sendirinya melainkan atas izin ALLAH SWT , tidak mengajak pasien Untuk BERTAWAKAL kepada dirinya. Namun mengarahkan PASIEN untuk ber TAWAKAL kepada Allah. Sebaliknya para  DUKUN mengarahkan Anda untuk bertawakal kepada mereka , mengancam dan menakuti- nakuti anda..

3. Peruqyah itu TIDAK BISA MENERAWANG atau dapat MELIHAT JIN. Jika ada Peruqyah Yang mengklaim diri dapat MELIHAT JIN / MENERAWANG maka di Pastikan ia adalah Seorang DUKUN.

4. Ruqyah tidak mensyariatkan anda Untuk mandi KEMBANG, Larungan , menyembelih hewan dengan ciri tertentu , merajah tubuh , memiliki pegangan , Isim ,  Azimat , TANGKAL ,  dan  KHODAM dr bangsa Jin.  Jika ada seorang yg menyariatkan akan hal ini dapat dipastikan dia adalah DUKUN.

5. Peruqyah tidak pernah memberikan amalan baik wirid ataupun puasa Yang tidak di perintahkan Nabi Shallahu.alaihi wassalam. Jika ada Orang yg memerintahkan anda Membaca ini dan itu ratusan hingga ribuan kali,  puasa ini dan itu tanpa ada perintah Nabi Sahallahu'alaihi wassalam dapat di pastikan ia adalah seorang DUKUN.

6. Peruqyah tidak dapat mentransfer Penyakit ke Hewan atau Telor , membuka aura , atau bahkan melakukan OPERASI GHAIB. Jika anda menemui hal demikian maka itu adalah PERDUKUNAN.

7. Peruqyah tidak pernah meminta , barang bekas pakai , menanyakan nama ibu kandung tanggal lahir sebelum melakukan perobatan, jika ada seorang yg melakukan hal tersebut dapat dipastikan ia adalah Seorang DUKUN.

Allahua'lam. 

Kamis, 03 Agustus 2017

JANGAN SEMBARANG MERUQYAH


Sering kita dengar kejadian yang mungkin bagi sebagian orang sangat tidak masuk akal yaitu peruqyah mendapat serangan balik seperti sakit,ngantuk berat,atau muntah.Perlu diketahui semua ini hal yang manusiawi.

Kejadian diatas memang sering terjadi dan murni kesalahan peruqyah itu sendiri.Sebagaiman kita ketahui meruqyah merupakan pekerjaan yang sebagian besar berhubungan dengan penyakit yang disebabkan oleh setan.

Dengan masuk ke dunia jin tentu kita tidak bisa sembarang dalam menangani penyakit non medis ini.Kita terlebih dahulu harus mempersiapkan diri untuk meghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk yang sewaktu-waktu bisa menimpa peruqyah itu sendiri.

Adapun hal-hal penting yang dapat menjadi benteng kita sebagai peruqyah sebelum masuk kedunia jin adalah selalu mewiridkan zikir-zikir pagi dan petang dan menjaga shalat berjamaah.Adapun ketika akan mulai meruqyah bacalah zikir-zikir berikut agar Allah melindungi kita dari segala keburukan ditempat kita meruqyah terutama dari serangan balik setan.Inilah yang harus di baca dan di perhatikan:
1.Wudhu. 
   Ini tentu sudah kita maklumi
2.Tawadhu.
3.Perbanyak istiqfar 3-100×
4.Baca ayat berikut bisa 3x
                               فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
(Al-Baqarah:137).

5.Membaca zikir ini 3x
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(HR.Abu Daud).

6.Membaca zikir:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.(HR.Ahmad).

7.Sebelum berbicara dengan jin,maka bacalah do'a berikut ini:
اللهم رب السماوات السبع وما اظلت ورب الارضين وما اقلت ورب الشياطين وما اضلت كن لي جارا من شر خلقك اجمعين ان يفرط علي احد منهم او يطغى عز جارك وتبا ك السمك
Allohumma Rabb asamaawaatis sab'i wa maa azhollat wa Rabb alardiin wa maa aqollat wa Rabb asyayaathiin wa maa adhollat kun li jaaron min syarri kholqika ajma'iin an yafrutho 'alayya ahadun min hum auw yathgho 'azza jaaruk wa tabaarokas muk.
"Ya Allah.Tuhan segala langit dan apa-apa yang dilinduginya.Dan Tuhan dari semua bumi dan apa-apa yg ditampungnya.Dan Tuhan dari segala setan dan semua penyesatannya.Jadilah Engkau pendampingku dari segala kejahatan semua makhluk-Mu apabila ada salah satu dari mereka berbuat jahat atau semena-mena terhadapku.Semoga pendamping-Mu menjadi kuat dan mulia,dan Maha Suci Nama-Mu".(HR.At-Tabrani).
Demikian semoga bermanfaat.Aamiiiin

Selasa, 25 Juli 2017

TERAPI QURAN untuk Penyakit dari Virus

Terapi Quran untuk Parotisis (Gondongen) dan Penyakit Lain dari Virus

Gondongen istilah medis parotisis karena virus parotitis epidedemika, sangat menular lewat droplet* infeksi atau lewat nafas penderita.

*Droplet adalah partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator atau shower.

CARA TERAPI:
====
BismiLLaahirrahmanirrahiim...

Wahai para makhluk ALLaah (virus) yang kalian berada di dalam diriku, marilah kita sama-sama takut kepada ALLaah swt.

Kami akan bacakan Al-Quran yang jika dibacakan kepada makhluk yang jauh lebih besar dan perkasa dari kita semua pastilah makhluk itu terbelah hancur karena takut kepada ALLaah.

A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

QS. Al-Hasr (59): 21

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

▫ Istighfari diri dan niatkan melakukan perbaikan diri. Hilangkan segala kezaliman baik perbuatan maupun barang.

▫ Awali dengan perlindungan: A'uudzubikalimaatiLLaahit taaammaatil min syarri maa kholaq (3×)

▫ Ta'awudz

QS. Al-Isra' (17): 82;

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

QS. Al-Hasr (59): 22-24;

(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ)

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ)

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

(هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

▫ Bacakan Al-Fatihah

3 QUL (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)

saat Al-Falaq ulang-ulangi kalimat min syarri maa kholaq

▫ Tutup dengan Doa Syifa` (Doa Memohon Kesembuhan)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”
(HR Bukhari dan Muslim).

 Sholawat kepada Nabi.

➡ Bacakan bacaan di atas di air minum dan minyak zaitun.
Minum air tersebut, oleskan minyaknya.
Lakukan setiap hari 3 kali atau lebih.

-BAARAKALLAAHU FIIKUM-

🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀
*-✍