Selamat Datang

Welcome Selamat Datang Wilujeng Sumping Ahlan wa Sahlan

Rabu, 23 September 2015

Tip dan trik mudah menghafal Qur'an dengan rumus 20x20

Ahmad, seorang santri Darul Ilmi Cendekia penasaran dengan jumlah juzu’ yang dihafalkan temannya. Alih-alih menjawab pertanyaan itu, sang hafidz hanya berkata, “[Ini] privacy,” katanya sambil tersenyum.
Namun rasa ingin tahu Ahmadd menyeretnya pada sebuah momen haru, saat ia mendapatkan informasi dari kawannya bahwa sang hafidz sudah hafal 30 juz. Tabaarakallah, sungguh tawadhu saudara kita yang baru berusia 20 tahun (tahun 2011) ini. Entah dari umur berapa dia hafal Al-Qur’an.
Dari keterharuan dan rasa iri yang positif itu, Ahmad beroleh hikmah bahwa, kita harus belajar melihat orang lain sebagai inspirasi, bukan pembanding, apalagi sebagai saingan dalam arti negatif.
Menurut Thiffal Izzah Ramadhani yang menceritakan keteladan sang hafidz bahwa, adik sang hafidz juga sudah hafal Al-Qur’an dari kecil. Yang -atas kemudahan dan kemurahan Allaahu Ta’ala- berperan besar mengantarkannya untuk masuk ke dalam agama Islam, agama yang paling mulia ini. Subhanallaah.

Minggu, 20 September 2015

Dimanakah Titik Bumi Yang Terendah

“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum [30]: 1-6)
Buku-buku sejarah memberitahu kita tentang pertempuran antara Persia dan kerajaan Romawi Timur – yang terakhir menandakan bagian timur Kekaisaran Romawi – yang terletak di daerah antara Adhra’at dan Basra, dekat Laut Mati. Pertempuran yang terjadi tahun 619 M berakhir dengan kemenangan bangsa Persia.

Kamis, 16 Juli 2015

Maasyaa Allah, bagian syaraf ini hanya dialiri darah secara optimal jika kita bersujud.

Allahu akbar, sungguh menakjubkan tanda kebesaran-Nya pada tubuh kita yang satu ini. Bahkan, penemuan bagian syaraf yang hanya dimasuki darah secara optimal saat shalat ini menghantarkan pakar neuroscience Prof. Dr. Fidelma O’Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat menuju Islam.
Hal tersebut terjadi pasca ia meneliti hubungan antara shalat dengan kesehatan. Tanpa diduga, beberapa keajaiban ditemukannya dalam penelitian itu. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran. Demikian Arrahmah adaptasi dari K76 pada Rabu (15/7/2015).
Ia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam, ia amat yakin akan pengobatan Islami (thibbun Nabawi) dan telah memotivasinya untuk mendirikan sebuah klinik yang bertemakan ‘Pengobatan melalui Al-Quran. Lewat kajian pengobatan melalui Al-Quran, obat-obatannya berdasarkan apa yang terdapat di dalam Al-Quran. Di antara kaidah-kaidah thibbun Nabawi yang digunakan termasuk berpuasa, madu lebah, habbatus sauda (black seed) dan sebagainya.
Ketika ditanya bagaimana ia tertarik untuk memeluk Islam, ia mengatakan bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah secara optimal. Padahal, setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Pasca penelitian itu, beliau mendapati darah tidak memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara optimal, melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan shalat. Hal inilah yang menjadikannya mantap memeluk Islam.
Sujudlah maka otakmu akan menjadi sehat (Foto: Google)
Sujudlah maka otakmu akan menjadi sehat (Foto: K76)
Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa waktu yang tertentu saja. Ini bermaksud bahwa darah hanya akan memasuki urat tersebut secara optimal mengikuti kadar shalat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Allah membuka tabir keajaiban sujud pada gerakan shalat sehingga menyakinkan para pemeluk-Nya untuk melakukan hal-hal yang di serukan-Nya demi kebaikan umat-Nya.
Jika seseorang tidak menunaikan shalat, otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karenanya, kejadian pada otak manusia ini sebenarnya adalah bukti untuk menganuti agama Islam ‘sepenuhnya’. Hal itu karena sifat fitrah penciptaannya memang telah “by design” dikaitkan oleh Allah dengan ritual ibadah pada agama-Nya yang indah ini.
Dengan demikian, tidak mengherankan jika semakin banyak orang memeluk Islam, karena begitu banyak keajaiban dan kebenaran agama Islam. Maka sebagai pemeluknya kita harus bangga dan sebagai umatnya harusnya kita menyadari bahwa semua seruan yang menjadi kewajiban kita adalah kebutuhan kita. Sebagai contoh, kali ini Allah menyerukan hamba-Nya untuk shalat karena manusia membutuhkan shalat itu demi kebutuhan biologisnya sendiri. Sungguh, sebagai hamba-Nya yang taat kita tak perlu ragu akan kuasa-Nya dan menghambakan diri kita sepeuh hati karena Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta).
Demikianlah keajaiban dalam shalat. Semoga kabar langit yang ilmiah ini semakin menambah keimanan kita dan menambah ketaatan kita kepada Allah Rabbul ‘aalamiin, Tuhan semesta alam. Allahu akbar! (adibahasan/arrahmah.com)

Sujud mengoptimalkan Perfusi Neuron

Alhamdulillah, artikel mengenai syaraf otak yang hanya dapat dialiri darah melalui sujud mendapatkan respon positif dari para ahli medis. Menanggapi hasil penelitian pakar neuroscience Prof. Dr. Fidelma O’Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat, konsulen syaraf RSCM dr. Pukovisa Sp.S. memberikan pendapat yang berbeda.
Menurut dr. Pukovisa, bagian syaraf di otak itu “mungkin bukan tidak dialiri, tetapi pada saat sujud itu neuron mencapai perfusi optimalnya. Bisa dinilai dengan brain ct perfusion dan sebagainya.” Demikian ungkapnya kepada Arrahmah, Rabu (15/7/2015).
Di lain pihak, dr. Faishal menambahkan bahwa, “Adapun sujud itu meningkatkan aliran darah ke otak itu benar. Bila suatu bagian otak tidak dapat aliran darah, maka sel-sel otak di bagian tersebut pasti mati segera.”
Alhamdulillah, dengan demikian posisi sujud yang lebih rendah daripada jantung betul-betul mengotimalkan fungsi syaraf di otak manusia, seiring lebih banyaknya oksigen masuk ke dalam otak.
Untuk lebih lanjut, para pemerhati neurosience dan pembaca yang tertarik dengan tema ini dapat menelusuri keterkaitan postur sujud dengan keadaan microgravity dalam hasil penelitian Zamzuri Idris yang berjudul “Searching for the Origin through Central Nervous System: A Review and Thought which Related to Microgravity, Evolution, Big Bang Theory and Universes, Soul and Brainwaves, Greater Limbic System and Seat of the Soul” pada link berikut.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4418107/
- See more at: http://www.arrahmah.com/news

Maasyaa Allah, link-link ini bisa bawa Anda ke Mekah!

Alhamdulillah, kemajuan teknologi ternyata memberi manfaat positif di Ramadhan kali ini. Betapa tidak, bagi Muslimin yang berencana ke Tanah Suci atau merindukan atmosfir Masjidil Haram di Mekah, insyaa Allah merasa terobati.
Seperti karya Wessam Hassanin yang diunggah pada Shutter KSA ini, efek visualnya memberi kita pengalaman 4 dimensi. Siapapun yang mengeklik link-link berikut, seolah berada di beberapa Masjidil Haram, seperti Ka’bah.

Minggu, 14 Juni 2015

HAARP, Senjata Rahasia Elit Global Untuk Kendalikan Bumi


Apa itu HAARP?
High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska.
HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia.
Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya. Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt.
Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt. Gelombang radio tersebut dipancarkan ke atas, ke lapisan luar atmosfir. Efeknya akan membuat atmosfir lapisan teratas menjadi hangat dan dapat membuat awan.
Tujuan utama penelitian tersebut ialah untuk mempelajari lebih jauh lapisan ionosfer dan untuk menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionospheric untuk komunikasi radio dan keperluan keamanan (misal: deteksi rudal).

Sabtu, 20 Maret 2010

Beranda


Assalamualaikum wr wb.


Blog sederhana ini hanyalah sebagai media untuk menyimpan data/dokumen/artikel/ide/gagasan/referensi digital tentang apapun yang dianggap menarik dan penting.


Semoga blog ini dapat bermanfaat..ammin.


Salam,