Pintu rumah Saya diketuk dan anak-anak bertanya, ”Siapakah yang ada di balik pintu?”
Anak lelakiku melaporkan bahwa ada seorang wanita hitam bersama anak perempuannya, dia ingin menemui syekh karena urusan yang penting. .
Saya berkata, ”Katakanlah kepadanya supaya masuk mene-muiku."
Wanita hitam itu masuk bersama anak perempuannya yang masih duduk di kelas empat sekolah dasar.
Saya bertanya, ”Selamat datang, wahai saudari yang mulia. Apakah keperluanmu yang dapat saya bantu, insya Allah?”
Dia menjawab, ”Anak perempuanku ini selalu dicekam rasa takut dan kedua matanya tidak dapat dipejamkan untuk tidur, dan semakin lama semakin buruk keadaannya.”
Saya memanggil anak perempuan itu, lalu mempersilakannya duduk di sebelah saya. Kemudian saya bertanya kepadanya, ”Dari kota manakah engkau?"
Ibunya menjawab, ”Kami dari kawasan Naubah, wahai Tuan. Tetapi suamiku bekerja di sini dan kami pun menetap bersama nya di sini.”
Kemudian saya bertanya kepada putrinya, "Apakah yang membuatmu merasa takut?"
Dia menjawab, ”Manakala aku hendak tidur, datanglah seorang lelaki yang sangat tinggi berdiri di sebelah ranjangku. Kakinya di tanah, sedangkan kepalanya berada di atap, penam pilannya amat menakutkan. Aku pun dicekam rasa takut. Tidak lama kemudian si lelaki tinggi itu mengecil bentuknya secara berangsur-angsur sehingga besarnya sama denga n seekor kucing, lalu dia lari kencang menuju WC, setelah itu lenyap.”
Kemudian saya pegang kepalanya dengan tangan kanan, dan saya katakan kepadanya, “pejamkanlah kedua matamu. Apabila
kamu melihat sesuatu di saat aku membacakan Al Qur'an , ceritakanlah kepadaku."
Setelah saya membaca beberapa ayat Al-Qur'an yang pendek, lalu saya berkata kepadanya, ”Bukalah kedua matamu, apakah engkau melihat sesuatu?"
Dia menjawab, “Ya."
Saya bertanya, ”Mengapa tidak engkau ceritakan kepadaku?”
Dia menjawab, “Dia mengancamku. Jika aku menceritakannya kepadamu, maka dia akan membunuhku."
Saya berkata kepadanya, "Aku akan membaca Al-Qur'an dan janganlah kamu memejamkan matamu."
Ketika aku sedang membaca Al-Qur' an, anak perempuan itu mundur, sedangkan
kedua matanya menangis seraya berkata, "Ini dia lelaki itu, Sekarang berada di hadapanku.
Saya berkata kepada si anak perempuan, ”Ucapkanlah dari belakangku, ”Pergilah kamu, hai terkutuk. Menjauhlah dariku!" Anak itu mengatakan kalimat berikut secara berulang-ulang, ”Aku adalah seorang yang mukmin, aku adalah seorang muslim. Jika kamu datang lagi, aku akan membacakan ayat Kursi terhadapmu, dan aku akan datang kepada syekh ini. Jangan sekali-kali kamu menggangguku, jangan sekali-kali kamu menakut-nakutiku lagi, karena aku tidak takut kecuali hanya kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengalahkan."
Tiba-tiba anak perempuan itu mengatakan bahwa sesungguhnya jin yang menakut-nakutinya kini mulai mengecil tubuhnya. Dia meronta-ronta seraya menangis, lalu dia lari menuju WC.
Setelah itu si anak perempuan menjadi tenang, dan saya memerintahkan kepadanya untuk tetap menjalankan salat dan banyak berzikir. Hal yang sama saya perintahkan kepada semua keluarganya, dan saya memberikan pengertian kepada mereka
bahwa rumah yang di dalamnya selalu dilestarikan dengan kebersihan dan kesucian serta zikir tidak akan kemasukan setan.
Lalu wanita yang berkulit hitam itu tersenyum dengan gembira karena telah mengetahui bagaimana caranya memerangi Setan yang terkutuk ini dan lain-lainnya yang semisal, yaitu
dengan menetapi zikir, bersuci, bertawakal kepada Allah dengan baik, dan memohon pertolongan kepada-Nya dalam menghadapi semua kesulitan.
🍀🌱🌾☘🌿
📚 Pengalamanku dalam Mengusir Jin - Syaikh Muhammad Ash Shayim
Selamat Datang
Welcome Selamat Datang Wilujeng Sumping Ahlan wa Sahlan
Selasa, 25 Juli 2017
Rabu, 05 Juli 2017
Sihir Penculik Sukma
Bismillah..
Ada suatu istilah dalam ilmu kanuragan yg disebut Rogo Sukmo...
Rogo sukmo adalah ilmu pelepas sukma untuk keluar mengintai musuh atau bertarung di dimensi lain...
Seperti di film laga kolosal yg menggambarkan ruh manusia bisa keluar masuk seenaknya dengan duduk sila, mata terpejam, mulut komat kamit, dan tubuh yg kosong lalu tiba-tiba "ruh"nya bisa bertarung di alam ghaib dengan musuhnya...
Baik,,, masalah raga sukma insya Allah kita bahas lain waktu... yg pengen kita kaji pagi ini adalah masalah SUKMA .. apa itu SUKMA ? Apakah sukma dan RUH itu sama ?
Lalu apa peranan setan dalam mempermainkan SUKMA manusia? Bagaimana syariat Islam memandangnya ?
Dalam kitab Ahaaditsus-Sihri war-Ruqyati Fil Kutubi was Sunnati Diroyatan wa Riwayatan dikutipkan pendapat dari al-Imam Al-'Izz bin 'Abdissalam bahwa yg disebut RUH dalam diri manusia itu terbagi menjadi dua..
Diantara yang dua itu adalah RUHUL YAQDZOH alias ruh kesadaran..
Ruh yaqdzoh inilah yg bisa keluar masuk di saat kondisi manusia masih bernafas, masih hidup, dan tentunya belum mati...
Kapan ia keluar dan kapan masuknya lg ?
Tentu saat kita tidur, setiap malam bisa dibilang ruh yaqdzoh (kesadaran) kita pergi entah kemana...
Jika tidurnya diawali dgn membaca doa dan sunnah sebelum tidur, maka ruh yaqdzoh yg keluar akan dijaga malaikat sehingga tidak dipermainkan oleh setan atau dibawa setan utk ditakut-takuti dgn mimpi buruk.. (banyak hadits yg menjelaskan hal ini)..
Ruh yaqdzoh telah Allah tetapkan kerjanya untuk MENGAKTIFKAN KESADARAN manusia secara full...
Nah klo si Ruh Yaqdzoh ini keluar dan memisahkan diri dari tubuh manusia, maka kondisi manusia saat itu menjadi tidak sadar, tertidur atau pingsan...
Di saat itulah setan akan mengambil perannya...
Adapun Ruh yg kedua adalah RUHUL HAYAH atau Ruh kehidupan...
Ruhul Hayah inilah yg menjadi RAHASIA PATEN milik Allah Ta'ala semata.. tak ada makhluq yg mengetahui hakikatnya, tak bisa direka dimana ia bersemayam, dan tak bisa diprediksi kapan ia keluar ..
Karena saat ruhul hayah ini keluar maka manusia akan mati.. karena Allah menetapkannya untuk mengaktifkan KEHIDUPAN MANUSIA atau MEMATIKANNYA...
Jd levelnya ini tidak lg antara SADAR dan TIDAK SADAR, melainkan antara HIDUP atau MATI...
Saat ruh kehidupan masih di kandung badan, manusia HIDUP..
Tetapi jika ia sudah memisahkan diri dari tubuh manusia, maka manusia MATI...
Bedanya antara RUHUL YAQDZOH dengan RUHUL HAYAH :
1.Ketika ruh yaqdzoh (kesadaran) keluar dari tubuh, maka manusia masih tetap HIDUP, belum mati, hanya saja kesadarannya tidak full atau hilang...
2.Ketika ruh yaqdzoh keluar, ruhul hayah tetap menetap di tubuh jika memang belum saatnya meninggal..
3.Ketika Ruhul hayah keluar, secara otomatis ruh yaqdzoh pun ikut keluar karena TAK ADA LAGI KEHIDUPAN saat ruh hayah ini Allah keluarkan dari tubuh, dan ketika tak ada kehidupan maka tak ada lagi KESADARAN (bangun tidur, siuman, dan yg smacamnya)..
4.Ruh yaqdzoh bisa dimainkan setan, ruhul hayah tak bisa dipermainkan..
Diantara bukti setan tak mengetahui hakikat ruhul hayah dan tak bisa mempermainkannya ada di surat Saba' ayat 14
Lalu bagaimana dengan sihir yg menculik sukma manusia ? Apakah ada ?
Ada... inilah kenyataannya..
Saya pernah dapatkan faedah dari ust.Rizqi Ginanjar Al-bantanny, bahwa ada jenis sihir yg menarik SUKMA (kesadaran/ruhul yaqdzoh) korbannya dengan berbagai macam perantaraan dan media...
Diantara perantara sihir itu adalah tanah, darah, kotoran, air yg sebelumnya sudah diberikan bekas calon korbannya..
Lalu dgn bekas itulah si dukun laknat tadi membuangnya di sebuah batu, di hutan, di laut, di lorong gelap, atau menggantungkannya di pohon...
Dengannya si korban akan kehilangan kesadarannya berhari-hari dan di angannya si korban merasa spt orang yang sedang berlari-lari mencari jalan pulang...
Ada yg merasa berjalan di lorong gelap yg panjang tak ada ujungnya, ada yg merasa spt di hutan belantara, ada yg merasa spt berada di sebuah bebatuan dan terkunci di situ, ada yg merasa sedang bergelantungan di pohon dan tak bisa turun, dsb...
Itu sudah maklum, menurut pengalaman kami sihir model begitu menggunakan metode marshud yg diarahkan ke bintang/bulan tertentu sehingga korban kambuh-kambuhan...
Diantara pasien yg sudah sembuh, kami terapi dengan menghadapkan wajahnya ke langit dan reaksi tubuhnya bergetar hebat, panas, muntah-muntah, dan pandangan yg tadinya kosong menjadi kembali normal... diantara saksinya adalah panitia kajian ruqyah syariyyah arsyada semarang 2013, bu Tanti Ummi Zidan, bu Susi Den Asri (kapan-kapan dibahas lbh lanjut, insya Allah)
Lanjut balik ke kitab, Al-Imam Al-'Izz bin 'Abdissalam rahimahullah menjelaskan bahwa DUA RUH ini laksana DUA JANIN dalam SATU PERUT SEORANG IBU...
Selain dua ruh yg Allah tetapkan pada manusia, ada juga ruh KETIGA yg pengen ikut NYEMPIL dan mengganggu dari arah dalam manusia..
Siapa ruh tsb ?
Tak lain dan tak bukan adalah makhluq degil yg rusuh dan nakal, SETAN !
Dimana tempat mereka berpijak ? Di dada-dada manusia spt yg Allah firmankan dalam surat An-Naas (alladzi yuwaswisu fii shuduurinnaas)..
Kemudian mereka juga tinggal di jawf (haditsnya baca sendiri di kitab)... apa itu jawf ? Kemarin sudah kita bahas di bahasan fiqih melalui kitab Hasyiyah Al-Bajuri..Jawf adalah rongga kerongkongan sejajar keluarnya huruf ح, lambung dan usus, dan rongga kepala [Hasyiyah Syarwani, 3/400]. Hanafiyyah, Hanabilah dan Malikiyyah menganggap jawf adalah rongga lambung dan rongga kepala (tengkorak)[Bada’i Al-Shona’i 2/93 , Syarh Mukhtashor Kholil 2/249, Al-Mughni 3/36].
Ini sebenarnya KUNCI !!! saat sukma manusia diganggu setan atau bahkan diculiknya.. maka yg biasa dilakukan setan adalah menyerang area dada (pernafasan, jantung/kejiwaan) dan mendudukinya, sehingga amat sangat mantap jika pengobatannya difokuskan pada area-area tsb dengan herbal yg mujarab dan terapi yg cocok....
Butuh sabar yg ekstra dan ketelatenan, karena kasus sukma yg keluar dan dikuasai setan adalah kasus yg berlimpah pahala bagi yg menjalaninya dgn sabar..(liat hadits tentang Ummu Zufar)
Oh ya satu lg, kasus ini termasuk kasus MASSUL KULLIY (kesurupan TOTAL) sehingga sangat jauh berbeda dgn orang yg mengalami gangguan parsial yg msh bisa sadar walau hanya sedikit... bukan jg kasus yang mempan pake metode gebukan, bukan kasus yg cukup dgn bacaan ruqyah saja melainkan dgn kombinasi beberapa pengobatan nabawi lainnya..
Semoga bermanfaat dan semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari kejahatan makhluq-makhluqNya, semoga yang sedang diuji dengan ujian ini pun Allah beri ketegaran, kesabaran, keistiqomahan, dan kemenangan di dunia dan di akhirat.. aamiin yaa Rabbal'aalamiin....
Baarakallaahu fiikum wa Arsyadanallaahu wa iyyaakum ..
Muhibbukum fillaah
Abu Musyaffa Muhammad Faiza
Ada suatu istilah dalam ilmu kanuragan yg disebut Rogo Sukmo...
Rogo sukmo adalah ilmu pelepas sukma untuk keluar mengintai musuh atau bertarung di dimensi lain...
Seperti di film laga kolosal yg menggambarkan ruh manusia bisa keluar masuk seenaknya dengan duduk sila, mata terpejam, mulut komat kamit, dan tubuh yg kosong lalu tiba-tiba "ruh"nya bisa bertarung di alam ghaib dengan musuhnya...
Baik,,, masalah raga sukma insya Allah kita bahas lain waktu... yg pengen kita kaji pagi ini adalah masalah SUKMA .. apa itu SUKMA ? Apakah sukma dan RUH itu sama ?
Lalu apa peranan setan dalam mempermainkan SUKMA manusia? Bagaimana syariat Islam memandangnya ?
Dalam kitab Ahaaditsus-Sihri war-Ruqyati Fil Kutubi was Sunnati Diroyatan wa Riwayatan dikutipkan pendapat dari al-Imam Al-'Izz bin 'Abdissalam bahwa yg disebut RUH dalam diri manusia itu terbagi menjadi dua..
Diantara yang dua itu adalah RUHUL YAQDZOH alias ruh kesadaran..
Ruh yaqdzoh inilah yg bisa keluar masuk di saat kondisi manusia masih bernafas, masih hidup, dan tentunya belum mati...
Kapan ia keluar dan kapan masuknya lg ?
Tentu saat kita tidur, setiap malam bisa dibilang ruh yaqdzoh (kesadaran) kita pergi entah kemana...
Jika tidurnya diawali dgn membaca doa dan sunnah sebelum tidur, maka ruh yaqdzoh yg keluar akan dijaga malaikat sehingga tidak dipermainkan oleh setan atau dibawa setan utk ditakut-takuti dgn mimpi buruk.. (banyak hadits yg menjelaskan hal ini)..
Ruh yaqdzoh telah Allah tetapkan kerjanya untuk MENGAKTIFKAN KESADARAN manusia secara full...
Nah klo si Ruh Yaqdzoh ini keluar dan memisahkan diri dari tubuh manusia, maka kondisi manusia saat itu menjadi tidak sadar, tertidur atau pingsan...
Di saat itulah setan akan mengambil perannya...
Adapun Ruh yg kedua adalah RUHUL HAYAH atau Ruh kehidupan...
Ruhul Hayah inilah yg menjadi RAHASIA PATEN milik Allah Ta'ala semata.. tak ada makhluq yg mengetahui hakikatnya, tak bisa direka dimana ia bersemayam, dan tak bisa diprediksi kapan ia keluar ..
Karena saat ruhul hayah ini keluar maka manusia akan mati.. karena Allah menetapkannya untuk mengaktifkan KEHIDUPAN MANUSIA atau MEMATIKANNYA...
Jd levelnya ini tidak lg antara SADAR dan TIDAK SADAR, melainkan antara HIDUP atau MATI...
Saat ruh kehidupan masih di kandung badan, manusia HIDUP..
Tetapi jika ia sudah memisahkan diri dari tubuh manusia, maka manusia MATI...
Bedanya antara RUHUL YAQDZOH dengan RUHUL HAYAH :
1.Ketika ruh yaqdzoh (kesadaran) keluar dari tubuh, maka manusia masih tetap HIDUP, belum mati, hanya saja kesadarannya tidak full atau hilang...
2.Ketika ruh yaqdzoh keluar, ruhul hayah tetap menetap di tubuh jika memang belum saatnya meninggal..
3.Ketika Ruhul hayah keluar, secara otomatis ruh yaqdzoh pun ikut keluar karena TAK ADA LAGI KEHIDUPAN saat ruh hayah ini Allah keluarkan dari tubuh, dan ketika tak ada kehidupan maka tak ada lagi KESADARAN (bangun tidur, siuman, dan yg smacamnya)..
4.Ruh yaqdzoh bisa dimainkan setan, ruhul hayah tak bisa dipermainkan..
Diantara bukti setan tak mengetahui hakikat ruhul hayah dan tak bisa mempermainkannya ada di surat Saba' ayat 14
Lalu bagaimana dengan sihir yg menculik sukma manusia ? Apakah ada ?
Ada... inilah kenyataannya..
Saya pernah dapatkan faedah dari ust.Rizqi Ginanjar Al-bantanny, bahwa ada jenis sihir yg menarik SUKMA (kesadaran/ruhul yaqdzoh) korbannya dengan berbagai macam perantaraan dan media...
Diantara perantara sihir itu adalah tanah, darah, kotoran, air yg sebelumnya sudah diberikan bekas calon korbannya..
Lalu dgn bekas itulah si dukun laknat tadi membuangnya di sebuah batu, di hutan, di laut, di lorong gelap, atau menggantungkannya di pohon...
Dengannya si korban akan kehilangan kesadarannya berhari-hari dan di angannya si korban merasa spt orang yang sedang berlari-lari mencari jalan pulang...
Ada yg merasa berjalan di lorong gelap yg panjang tak ada ujungnya, ada yg merasa spt di hutan belantara, ada yg merasa spt berada di sebuah bebatuan dan terkunci di situ, ada yg merasa sedang bergelantungan di pohon dan tak bisa turun, dsb...
Itu sudah maklum, menurut pengalaman kami sihir model begitu menggunakan metode marshud yg diarahkan ke bintang/bulan tertentu sehingga korban kambuh-kambuhan...
Diantara pasien yg sudah sembuh, kami terapi dengan menghadapkan wajahnya ke langit dan reaksi tubuhnya bergetar hebat, panas, muntah-muntah, dan pandangan yg tadinya kosong menjadi kembali normal... diantara saksinya adalah panitia kajian ruqyah syariyyah arsyada semarang 2013, bu Tanti Ummi Zidan, bu Susi Den Asri (kapan-kapan dibahas lbh lanjut, insya Allah)
Lanjut balik ke kitab, Al-Imam Al-'Izz bin 'Abdissalam rahimahullah menjelaskan bahwa DUA RUH ini laksana DUA JANIN dalam SATU PERUT SEORANG IBU...
Selain dua ruh yg Allah tetapkan pada manusia, ada juga ruh KETIGA yg pengen ikut NYEMPIL dan mengganggu dari arah dalam manusia..
Siapa ruh tsb ?
Tak lain dan tak bukan adalah makhluq degil yg rusuh dan nakal, SETAN !
Dimana tempat mereka berpijak ? Di dada-dada manusia spt yg Allah firmankan dalam surat An-Naas (alladzi yuwaswisu fii shuduurinnaas)..
Kemudian mereka juga tinggal di jawf (haditsnya baca sendiri di kitab)... apa itu jawf ? Kemarin sudah kita bahas di bahasan fiqih melalui kitab Hasyiyah Al-Bajuri..Jawf adalah rongga kerongkongan sejajar keluarnya huruf ح, lambung dan usus, dan rongga kepala [Hasyiyah Syarwani, 3/400]. Hanafiyyah, Hanabilah dan Malikiyyah menganggap jawf adalah rongga lambung dan rongga kepala (tengkorak)[Bada’i Al-Shona’i 2/93 , Syarh Mukhtashor Kholil 2/249, Al-Mughni 3/36].
Ini sebenarnya KUNCI !!! saat sukma manusia diganggu setan atau bahkan diculiknya.. maka yg biasa dilakukan setan adalah menyerang area dada (pernafasan, jantung/kejiwaan) dan mendudukinya, sehingga amat sangat mantap jika pengobatannya difokuskan pada area-area tsb dengan herbal yg mujarab dan terapi yg cocok....
Butuh sabar yg ekstra dan ketelatenan, karena kasus sukma yg keluar dan dikuasai setan adalah kasus yg berlimpah pahala bagi yg menjalaninya dgn sabar..(liat hadits tentang Ummu Zufar)
Oh ya satu lg, kasus ini termasuk kasus MASSUL KULLIY (kesurupan TOTAL) sehingga sangat jauh berbeda dgn orang yg mengalami gangguan parsial yg msh bisa sadar walau hanya sedikit... bukan jg kasus yang mempan pake metode gebukan, bukan kasus yg cukup dgn bacaan ruqyah saja melainkan dgn kombinasi beberapa pengobatan nabawi lainnya..
Semoga bermanfaat dan semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari kejahatan makhluq-makhluqNya, semoga yang sedang diuji dengan ujian ini pun Allah beri ketegaran, kesabaran, keistiqomahan, dan kemenangan di dunia dan di akhirat.. aamiin yaa Rabbal'aalamiin....
Baarakallaahu fiikum wa Arsyadanallaahu wa iyyaakum ..
Muhibbukum fillaah
Abu Musyaffa Muhammad Faiza
Selasa, 04 Juli 2017
Tuyul Sebuah Mitos Yang Nyata
Bismillah...
Ramah di telinga kita tentang nama Hantu misterius bertubuh mungil yang suka mencuri uang di rumah manusia..
Tuyul.. insya Allah setiap orang Indonesia tau apa itu hantu Tuyul...
Saking terkenalnya TUYUL di Indonesia, sampai-sampai sosoknya pun dibuat sinetron yang amat populer di akhir tahun 90-an dan terus populer hingga awal tahun 2000-an masehi... "TUYUL DAN MBAK YUL"
Memang nama TUYUL hanyalah sebuah mitos yang melegenda di hampir penjuru negeri pertiwi.. Namun di balik mitos Tuyul yang melegenda ternyata keberadaannya pun memang nyata di tengah-tengah kehidupan manusia...
Tuyul bukan sosok hantu yang BARU muncul di era modern saja, karena di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sosok hantu pencuri ini sudah banyak bermunculan dan sempat bertemu dengan beberapa shahabat Nabi yang mulia...
Telah banyak jalur periwayatan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai munculnya sosok jin pencuri ini, yang paling terkenal adalah riwayat Bukhari-Muslim tentang kisah Abu Hurairah radhiyallahu'anhu menangkap sosok jin pencuri di gudang zakat... memang dalam riwayat Bukhari perawakan jin pencuri (yang telah berubah bentuk) tidak disebutkan apakah serupa dengan sosok tuyul yg kecil atau tidak...
Tetapi ada riwayat lain yang lebih gamblang menggambarkan sosok jin pencuri itu berukuran kecil dan kurus...
Contoh spt yg ada di foto redaksi kitab berikut :
Foto pertama hadits yang diriwayatkan dalam Al-Mustadrak dan Ibnu Hibban yg menceritakan kisah Ubay bin Ka'ab menjaga kurmanya di suatu malam,
Tiba-tiba muncul sosok makhluq yang selama ini mencuri kurma-kurmanya dengan menyerupai sosok anak yang baru beranjak remaja, saat diminta mengulurkan tangannya ternyata tangannya seperti tangan/kaki depan seekor ANJING dan berbulu seperti layaknya BULU ANJING... Ubay juga sempat berkata :
إني أراك ضئيل الخلقة أ هكذا خلق الجان ؟
"Aku melihat kamu berperawakan KECIL, apa seperti ini bentuk jin ?"
Foto kedua riwayat AlHakim yang mengisahkan kisahnya Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu yg menemukan sosok bayangan besar mendekati pintu kamar tempat penyimpanan kurma sedekah, lalu bayangan itu berubah bentuk menjadi sesosok makhluq, lalu kemudian sosok tsb masuk ke dalam kamar melalui celah kecil pintu tsb... kemudian dia makan kurma-kurmanya...
Dari riwayat di atas menunjukkan kebanyakan jin pencuri memperkecil tubuhnya untuk mencuri barang curian...
Tak harus uang, kadang makanan atau yg lainnya mereka bisa curi...
Sebenarnya tak penting spt apa wujud mereka, mau kecil atau besar kita tak ada urusan...
Yang paling penting bagaimana cara menyikapi mitos hantu pencuri itu ? Benarkah tuyul itu jin anak-anak sehingga pencegahannya harus menggunakan kepiting yang digantung sehingga menimbulkan khurafat baru ???
Atau adakah cara lain yang sesuai sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ???
Ternyata TUYUL atau jin PENCURI tak selalu jin anak-anak.. di terusan foto yg kedua dijelaskan bahwa yg mencuri ternyata jin yg sudah tua, sudah kakek-kakek, bukan jin yg masih anak-anak... jin yg tertangkap oleh Mu'adz bin Jabal berkata :
خل عني فإني شيخ كبير ذو عيال و أنا فقير
"Lepaskan aku ! Aku seorang jin TUA RENTA yg mempunyai keluarga dan aku adalah jin yang faqir.."
Pada riwayat-riwayat hadits "Jin pencuri" yang tertangkap oleh para shahabat, rata2 dijelaskan bahwa jin yg tertangkap adalah jin yang punya tanggungan keluarga (dlm artian jin tsb adalah jin dewasa yg punya istri dan anak-anak) ....
Lalu bagaimana caranya supaya rumah aman dari tuyul dan uang tetap terjaga di dalam rumah?
Tipsnya adalah :
1.Dengan dibacakan Ayat Kursiy setiap pagi dan petang dan 3 ayat terakhir surat al-Baqoroh di setiap awal malam... boleh dibacakan pada air lalu semprotkan ke penjuru rumah terutama tempat penyimpanan barang berharga
2.Tutup seluruh pintu, jendela, makanan/minuman, genangan air dengan sebuah tutupan dengan membaca BISMILLAH sebelum menutupnya..
3.Simpan semua boneka-boneka yang tidak dipakai mainan
4.Simpan semua foto yang masih terpajang di dinding rumah
5.Jangan menyalakan TV, radio, musik, di waktu shalat terlebih saat waktu maghrib..
6.Selalu baca basmalah saat meletakkan dan menyimpan uang
7.Baca dzikir pagi petang terutama doa :
اللهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ…
"Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan pada agamaku, keluargaku dan hartaku…"
8.Memberi wewangian dengan kayu gaharu
Itulah sedikit tips yang kami rangkumkan semoga bermanfaat dan semoga Allah menjaga diri kita, keluarga kita, dan harta kita dari kejahatan makhluqNya.. aamiin
..........
Pengalaman Abu syafiq
Pengalaman pribadi...
waktu usaha toko herbal..uang sering hilang, ..baru di hitung masukin laci, sekitar 5 menit di buka-di hitung lagi uangnya berkurang..
inisiatif ane sholat 2 rokaat-bacakan ruqyah di air..di ruqyah tokonya..
Alhamdulillah..pas pagi buka toko..uang berjejer ratusan dan lima puluhan ribu ada di atas etalase..
uangnya balik lagi..
Sumber
Ust Muhammad Faizar
Ramah di telinga kita tentang nama Hantu misterius bertubuh mungil yang suka mencuri uang di rumah manusia..
Tuyul.. insya Allah setiap orang Indonesia tau apa itu hantu Tuyul...
Saking terkenalnya TUYUL di Indonesia, sampai-sampai sosoknya pun dibuat sinetron yang amat populer di akhir tahun 90-an dan terus populer hingga awal tahun 2000-an masehi... "TUYUL DAN MBAK YUL"
Memang nama TUYUL hanyalah sebuah mitos yang melegenda di hampir penjuru negeri pertiwi.. Namun di balik mitos Tuyul yang melegenda ternyata keberadaannya pun memang nyata di tengah-tengah kehidupan manusia...
Tuyul bukan sosok hantu yang BARU muncul di era modern saja, karena di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sosok hantu pencuri ini sudah banyak bermunculan dan sempat bertemu dengan beberapa shahabat Nabi yang mulia...
Telah banyak jalur periwayatan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai munculnya sosok jin pencuri ini, yang paling terkenal adalah riwayat Bukhari-Muslim tentang kisah Abu Hurairah radhiyallahu'anhu menangkap sosok jin pencuri di gudang zakat... memang dalam riwayat Bukhari perawakan jin pencuri (yang telah berubah bentuk) tidak disebutkan apakah serupa dengan sosok tuyul yg kecil atau tidak...
Tetapi ada riwayat lain yang lebih gamblang menggambarkan sosok jin pencuri itu berukuran kecil dan kurus...
Contoh spt yg ada di foto redaksi kitab berikut :
Foto pertama hadits yang diriwayatkan dalam Al-Mustadrak dan Ibnu Hibban yg menceritakan kisah Ubay bin Ka'ab menjaga kurmanya di suatu malam,
Tiba-tiba muncul sosok makhluq yang selama ini mencuri kurma-kurmanya dengan menyerupai sosok anak yang baru beranjak remaja, saat diminta mengulurkan tangannya ternyata tangannya seperti tangan/kaki depan seekor ANJING dan berbulu seperti layaknya BULU ANJING... Ubay juga sempat berkata :
إني أراك ضئيل الخلقة أ هكذا خلق الجان ؟
"Aku melihat kamu berperawakan KECIL, apa seperti ini bentuk jin ?"
Foto kedua riwayat AlHakim yang mengisahkan kisahnya Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu yg menemukan sosok bayangan besar mendekati pintu kamar tempat penyimpanan kurma sedekah, lalu bayangan itu berubah bentuk menjadi sesosok makhluq, lalu kemudian sosok tsb masuk ke dalam kamar melalui celah kecil pintu tsb... kemudian dia makan kurma-kurmanya...
Dari riwayat di atas menunjukkan kebanyakan jin pencuri memperkecil tubuhnya untuk mencuri barang curian...
Tak harus uang, kadang makanan atau yg lainnya mereka bisa curi...
Sebenarnya tak penting spt apa wujud mereka, mau kecil atau besar kita tak ada urusan...
Yang paling penting bagaimana cara menyikapi mitos hantu pencuri itu ? Benarkah tuyul itu jin anak-anak sehingga pencegahannya harus menggunakan kepiting yang digantung sehingga menimbulkan khurafat baru ???
Atau adakah cara lain yang sesuai sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ???
Ternyata TUYUL atau jin PENCURI tak selalu jin anak-anak.. di terusan foto yg kedua dijelaskan bahwa yg mencuri ternyata jin yg sudah tua, sudah kakek-kakek, bukan jin yg masih anak-anak... jin yg tertangkap oleh Mu'adz bin Jabal berkata :
خل عني فإني شيخ كبير ذو عيال و أنا فقير
"Lepaskan aku ! Aku seorang jin TUA RENTA yg mempunyai keluarga dan aku adalah jin yang faqir.."
Pada riwayat-riwayat hadits "Jin pencuri" yang tertangkap oleh para shahabat, rata2 dijelaskan bahwa jin yg tertangkap adalah jin yang punya tanggungan keluarga (dlm artian jin tsb adalah jin dewasa yg punya istri dan anak-anak) ....
Lalu bagaimana caranya supaya rumah aman dari tuyul dan uang tetap terjaga di dalam rumah?
Tipsnya adalah :
1.Dengan dibacakan Ayat Kursiy setiap pagi dan petang dan 3 ayat terakhir surat al-Baqoroh di setiap awal malam... boleh dibacakan pada air lalu semprotkan ke penjuru rumah terutama tempat penyimpanan barang berharga
2.Tutup seluruh pintu, jendela, makanan/minuman, genangan air dengan sebuah tutupan dengan membaca BISMILLAH sebelum menutupnya..
3.Simpan semua boneka-boneka yang tidak dipakai mainan
4.Simpan semua foto yang masih terpajang di dinding rumah
5.Jangan menyalakan TV, radio, musik, di waktu shalat terlebih saat waktu maghrib..
6.Selalu baca basmalah saat meletakkan dan menyimpan uang
7.Baca dzikir pagi petang terutama doa :
اللهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ…
"Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan pada agamaku, keluargaku dan hartaku…"
8.Memberi wewangian dengan kayu gaharu
Itulah sedikit tips yang kami rangkumkan semoga bermanfaat dan semoga Allah menjaga diri kita, keluarga kita, dan harta kita dari kejahatan makhluqNya.. aamiin
..........
Pengalaman Abu syafiq
Pengalaman pribadi...
waktu usaha toko herbal..uang sering hilang, ..baru di hitung masukin laci, sekitar 5 menit di buka-di hitung lagi uangnya berkurang..
inisiatif ane sholat 2 rokaat-bacakan ruqyah di air..di ruqyah tokonya..
Alhamdulillah..pas pagi buka toko..uang berjejer ratusan dan lima puluhan ribu ada di atas etalase..
uangnya balik lagi..
Sumber
Ust Muhammad Faizar
Sanad Ilmu
Untuk ke-sekian-kalinya kita bahas hal seputar sanad. Latar belakangnya karena akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan sanad. Rupanya awal mulanya karena ada ungkapan yang kurang lebih, "tak layak merujuk persoalan Islam kepada yang tidak memiliki sanad ilmu". Seakan hanya orang yang memiliki sanad ilmulah yang punya otoritas untuk bicara Islam.
.
Di pihak lain, yang tidak terlalu memperhatikan sanad, ada yang melakukan pembelaan diri terkait dengan posisi sanad. Dengan anggapan bahwa bisa jadi orang yang tak bersanad lebih faqih. Bahkan ada yang mengatakan (dengan mengutip hadits yang tidak relevan) bahwa umat akhir zaman yang memahami Islam tanpa sanad ilmu, keimanannya lebih dahsyat.
.
Suasana terasa menjadi tidak kondusif. Oleh sebagian pihak, sanad ilmu diposisikan sangat sakral bahkan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan diskusi atau untuk mendiskreditkan seorang tokoh yang selama ini banyak dirujuk. Pada pihak lain, ada upaya desakralisasi sanad, "bersanad kok pemikirannya liberal".
.
Kami bermaksud mendudukannya secara seimbang, agar tidak salah kaprah dalam memahami sanad ilmu baik riwayatan maupun dirayatan.
.
Pertama, sanad ilmu itu sangat penting. Bahkan Abdullah bin Mubarak sebagaimana dikutip dalam Muqaddimah Shahih Muslim mengatakan, "sanad adalah bagian dari agama, seandainya tidak ada sanad, maka orang bicara semaunya". Pesan pentingnya adalah agar ilmiah dalam penukilan. Hadits palsu juga diseleksi dengan kajian sanad. Sanad juga yang mampu menjaga kemurnian ajaran Islam dari berbagai penyimpangan. Sufyan ats-Tsauri sebagaimana dikutip oleh Al Khatib mengatakan, "sanad adalah senjata orang mukmin, jika tidak memiliki senjata, lantas dengan apa dia berperang?".
.
Kedua, bukan hanya dalam tradisi penukilan riwayat, sanad juga bukti bahwa seseorang mendapatkan ilmu dari gurunya, mengkaji dirayah, bukan belajar dan mencari sendiri.
.
Ketiga, belajar bersanad maksudnya belajar dari guru ke guru, baik itu mempelajari matannya maupun maksud yang terkandung di dalamnya. Kadang sanad itu muttashil (tersambung), kadang juga munqathi' (terputus), karena beberapa alasan. Contohnya seorang ulama dikatakan ilmunya bersanad karena dia belajar ilmu dari guru, bukan otodidak. Dia hafal dan tahu gurunya, tapi saat ditanya guru setelah gurunya dia tidak tahu karena kurang perhatian kepada penulisan sanad itu. Kasus ini banyak sekali. Ketika ia talaqqi dalam majelis halqah dan mulazamah dengan gurunya, itulah esensi belajar bersanad.
.
Keempat, tetapi dengan belajar bersanad, tidak bisa dikatakan bahwa orangnya paling berilmu dan selainnya adalah orang bodoh. Karena sanad tidak mencerminkan kapasitas dan martabat ilmu seseorang.
.
Kelima, dengan sanad, tidak bisa dikatakan bahwa orangnya memiliki manhaj paling kokoh, dan selainnya adalah orang-orang yang rapuh. Karena sanad bukanlah satu-satunya timbangan untuk menunjukkan kokohnya manhaj, meski itu yang sangat pokok.
.
Keenam, dengan sanad, tidak bisa dikatakan dialah mukmin sejati dan yang lain mukmin setengah jadi yang tak pantas bicara Islam.
.
Ketujuh, dengan sanad, tidak bisa dikatakan bahwa dia adalah orang yang berakhlak mulia, dan selainnya adalah orang-orang yang buruk akhlak dan adabnya. Karena sanad justru adalah ikhtiar mempercantik akhlak dan adab seseorang.
.
Kedelapan, dengan sanad, tidak berarti menghentikan perjalanan menuntut ilmu. Apalagi hanya sanad riwayah. Namun ia adalah awal perjalanan untuk memasuki samudera ilmu lebih dalam lagi.
.
Kesembilan, dalam sanad ada keberkahan, keridhaan dan izin dari guru, tuntunan adab, dan legalitas untuk menyampaikan kembali.
.
Kesepuluh, memang benar bahwa bisa jadi yang mengkaji belakangan lebih paham dari pada yang meriwayatkan. Dalam Hadits Nabi juga disampaikan demikian, bisa jadi orang yang menyampaikan tidak lebih tahu dari yang menerima.
.
Kesebelas, sanad ilmu bukanlah proses duplikasi, sehingga pandangan murid 100 persen sama dengan gurunya. Bisa sama, bisa jadi ada yang berbeda, dan dalam beberapa kasus bisa betolak belakang. Itu bisa terjadi pada orang yang talaqqi dan mulazamah, apalagi yang hanya sanad riwayah.
.
Itulah hal ihwal seputar sanad dalam takaran yang (menurut saya) seimbang. Jadi belajar dengan bersanad (berguru) amatlah penting, maka jangan menyepelekannya. Tetapi keliru jika sanad dijadikan senjata untuk menjatuhkan pihak lain yg dianggapnya tidak memiliki sanad ilmu. Boleh jadi dia hanya sanad meriwayatkan dan yang menerima justru lebih paham.
.
Terakhir, sanad ilmu sebagai sebuah urf (konvensi) dalam belajar adalah ikhtiar agar mendapatkan ilmu dengan cara yang benar, penukilan yang ilmiah, izin dan keridhaan guru, tertatanya adab, dan teraihnya keberkahan.
.
Artinya, kalau ada yang mengaku punya sanad ilmu muttashil hingga Rasulullah, tetapi menyelisihi aqwal deretan ulama besar sebagaimana termaktub dalam sanadnya, adabnya buruk, keberpihakannya bukan pada Islam dan umatnya, menghalangi tegaknya syariat Allah, mendiskreditkan walau hanya sebagian ajaran Islam, bertolerasi dengan kekufuran, atau membela mati-matian paham sekularisme-pluralisme-liberalisme (paham yang sudah difatwakan haram oleh MUI), saya jadi bertanya: jangan-jangan belajarnya tidak benar? Atau pada awalnya belajarnya benar, tapi kemudian silau dengan gemerlapnya peradaban barat? Sanad ilmu akhirnya jadi topeng. Ya sudahlah. Hanya bisa menarik nafas panjang.
.
Yuana Ryan Tresna
Pengasuh Majelis Kajian Hadits Khadimus Sunnah Bandung
.
Di pihak lain, yang tidak terlalu memperhatikan sanad, ada yang melakukan pembelaan diri terkait dengan posisi sanad. Dengan anggapan bahwa bisa jadi orang yang tak bersanad lebih faqih. Bahkan ada yang mengatakan (dengan mengutip hadits yang tidak relevan) bahwa umat akhir zaman yang memahami Islam tanpa sanad ilmu, keimanannya lebih dahsyat.
.
Suasana terasa menjadi tidak kondusif. Oleh sebagian pihak, sanad ilmu diposisikan sangat sakral bahkan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan diskusi atau untuk mendiskreditkan seorang tokoh yang selama ini banyak dirujuk. Pada pihak lain, ada upaya desakralisasi sanad, "bersanad kok pemikirannya liberal".
.
Kami bermaksud mendudukannya secara seimbang, agar tidak salah kaprah dalam memahami sanad ilmu baik riwayatan maupun dirayatan.
.
Pertama, sanad ilmu itu sangat penting. Bahkan Abdullah bin Mubarak sebagaimana dikutip dalam Muqaddimah Shahih Muslim mengatakan, "sanad adalah bagian dari agama, seandainya tidak ada sanad, maka orang bicara semaunya". Pesan pentingnya adalah agar ilmiah dalam penukilan. Hadits palsu juga diseleksi dengan kajian sanad. Sanad juga yang mampu menjaga kemurnian ajaran Islam dari berbagai penyimpangan. Sufyan ats-Tsauri sebagaimana dikutip oleh Al Khatib mengatakan, "sanad adalah senjata orang mukmin, jika tidak memiliki senjata, lantas dengan apa dia berperang?".
.
Kedua, bukan hanya dalam tradisi penukilan riwayat, sanad juga bukti bahwa seseorang mendapatkan ilmu dari gurunya, mengkaji dirayah, bukan belajar dan mencari sendiri.
.
Ketiga, belajar bersanad maksudnya belajar dari guru ke guru, baik itu mempelajari matannya maupun maksud yang terkandung di dalamnya. Kadang sanad itu muttashil (tersambung), kadang juga munqathi' (terputus), karena beberapa alasan. Contohnya seorang ulama dikatakan ilmunya bersanad karena dia belajar ilmu dari guru, bukan otodidak. Dia hafal dan tahu gurunya, tapi saat ditanya guru setelah gurunya dia tidak tahu karena kurang perhatian kepada penulisan sanad itu. Kasus ini banyak sekali. Ketika ia talaqqi dalam majelis halqah dan mulazamah dengan gurunya, itulah esensi belajar bersanad.
.
Keempat, tetapi dengan belajar bersanad, tidak bisa dikatakan bahwa orangnya paling berilmu dan selainnya adalah orang bodoh. Karena sanad tidak mencerminkan kapasitas dan martabat ilmu seseorang.
.
Kelima, dengan sanad, tidak bisa dikatakan bahwa orangnya memiliki manhaj paling kokoh, dan selainnya adalah orang-orang yang rapuh. Karena sanad bukanlah satu-satunya timbangan untuk menunjukkan kokohnya manhaj, meski itu yang sangat pokok.
.
Keenam, dengan sanad, tidak bisa dikatakan dialah mukmin sejati dan yang lain mukmin setengah jadi yang tak pantas bicara Islam.
.
Ketujuh, dengan sanad, tidak bisa dikatakan bahwa dia adalah orang yang berakhlak mulia, dan selainnya adalah orang-orang yang buruk akhlak dan adabnya. Karena sanad justru adalah ikhtiar mempercantik akhlak dan adab seseorang.
.
Kedelapan, dengan sanad, tidak berarti menghentikan perjalanan menuntut ilmu. Apalagi hanya sanad riwayah. Namun ia adalah awal perjalanan untuk memasuki samudera ilmu lebih dalam lagi.
.
Kesembilan, dalam sanad ada keberkahan, keridhaan dan izin dari guru, tuntunan adab, dan legalitas untuk menyampaikan kembali.
.
Kesepuluh, memang benar bahwa bisa jadi yang mengkaji belakangan lebih paham dari pada yang meriwayatkan. Dalam Hadits Nabi juga disampaikan demikian, bisa jadi orang yang menyampaikan tidak lebih tahu dari yang menerima.
.
Kesebelas, sanad ilmu bukanlah proses duplikasi, sehingga pandangan murid 100 persen sama dengan gurunya. Bisa sama, bisa jadi ada yang berbeda, dan dalam beberapa kasus bisa betolak belakang. Itu bisa terjadi pada orang yang talaqqi dan mulazamah, apalagi yang hanya sanad riwayah.
.
Itulah hal ihwal seputar sanad dalam takaran yang (menurut saya) seimbang. Jadi belajar dengan bersanad (berguru) amatlah penting, maka jangan menyepelekannya. Tetapi keliru jika sanad dijadikan senjata untuk menjatuhkan pihak lain yg dianggapnya tidak memiliki sanad ilmu. Boleh jadi dia hanya sanad meriwayatkan dan yang menerima justru lebih paham.
.
Terakhir, sanad ilmu sebagai sebuah urf (konvensi) dalam belajar adalah ikhtiar agar mendapatkan ilmu dengan cara yang benar, penukilan yang ilmiah, izin dan keridhaan guru, tertatanya adab, dan teraihnya keberkahan.
.
Artinya, kalau ada yang mengaku punya sanad ilmu muttashil hingga Rasulullah, tetapi menyelisihi aqwal deretan ulama besar sebagaimana termaktub dalam sanadnya, adabnya buruk, keberpihakannya bukan pada Islam dan umatnya, menghalangi tegaknya syariat Allah, mendiskreditkan walau hanya sebagian ajaran Islam, bertolerasi dengan kekufuran, atau membela mati-matian paham sekularisme-pluralisme-liberalisme (paham yang sudah difatwakan haram oleh MUI), saya jadi bertanya: jangan-jangan belajarnya tidak benar? Atau pada awalnya belajarnya benar, tapi kemudian silau dengan gemerlapnya peradaban barat? Sanad ilmu akhirnya jadi topeng. Ya sudahlah. Hanya bisa menarik nafas panjang.
.
Yuana Ryan Tresna
Pengasuh Majelis Kajian Hadits Khadimus Sunnah Bandung
Rabu, 10 Mei 2017
NII, Komando Jihad dan Orde Baru : The Untold Story
Berbicara tentang Komando Jihad, tidak bisa lepas dari gerakan NII (DI/TII) pimpinan SM Kartosoewirjo (SMK). Karena, seluruh tokoh penting yang terlibat di dalam gerakan Komando Jihad ini, adalah petinggi NII (DI/TII) pimpinan SMK yang dieksekusi pada September 1962 di sebuah pulau di Teluk Jakarta.
Boleh dibilang, gerakan Komando Jihad merupakan salah satu bentuk petualangan politik para pengikut SMK pasca dieksekusinya sang imam. Sebelumnya, pada Agustus 1962, seluruh warga NII (DI/TII) yang jumlahnya mencapai ribuan orang, mendapat amnesti dari pemerintah. Termasuk, 32 petinggi NII (DI/TII) dari sayap militer, belum termasuk Haji Isma’il Pranoto (Hispran) dan anak buahnya, yang baru turun gunung (menyerah kalah kepada pasukan Ali Moertopo) pada 1974.
Dari 32 petinggi NII (DI/TII) yang telah menyerah[1] kepada pihak Soekarno tanggal 1 Agustus 1962 itu, sebagian besar menyatakan ikrar bersama, yang isinya:
“Demi Allah, saya akan setia kepada Pemerintah RI dan tunduk kepada UUD RI 1945. Setia kepada Manifesto Politik RI, Usdek, Djarek yang telah menjadi garis besar haluan politik Negara RI. Sanggup menyerahkan tenaga dan pikiran kami guna membantu Pemerintah RI cq alat-alat Negara RI. Selalu berusaha menjadi warga Negara RI yang taat baik dan berguna dengan dijiwai Panca Sila.” [2]
“Demi Allah, saya akan setia kepada Pemerintah RI dan tunduk kepada UUD RI 1945. Setia kepada Manifesto Politik RI, Usdek, Djarek yang telah menjadi garis besar haluan politik Negara RI. Sanggup menyerahkan tenaga dan pikiran kami guna membantu Pemerintah RI cq alat-alat Negara RI. Selalu berusaha menjadi warga Negara RI yang taat baik dan berguna dengan dijiwai Panca Sila.” [2]
Sebagian kecil di antara mereka tidak mau bersumpah setia, yaitu Djadja Sudjadi, Kadar Shalihat, Abdullah Munir, Kamaluzzaman, dan Sabur. Dengan adanya ikrar tersebut, maka kesetiaan mereka kepada sang Imam telah bergeser, sekaligus mengindikasikan bahwa sebagai sebuah gerakan berbasis ideologi Islam, NII (DI/TII) sudah gagal total. Dan sisa-sisa gerakan NII pada saat itu (1962) dapat dikata sudah hancur lebur basis keberadaannya.
Setelah tiga tahun vakum, ada di antara mereka yang berusaha bangkit melanjutkan perjuangan, namun dengan meninggalkan karakter militeristik dan mengabaikan struktur organisasi kenegaraan NII. Mereka inilah yang meski sudah menerima amnesti namun tidak mau bersumpah-setia sebagaimana dilakukan oleh sebagian besar mantan petinggi NII lainnya.
Gerakan tersebut menamakan diri sebagai gerakan NII Fillah (bersifat Non Struktural). Kepemimpinan gerakan dijalankan secara kolektif oleh Kadar Shalihat dan Djadja Sudjadi. Munculnya kelompok Fillah atau NII non struktural ini, ditanggapi serius oleh pihak militer NKRI. Yaitu, dengan menciptakan “keseimbangan”, dengan cara melakukan penggalangan kepada para mantan “mujahid” NII yang pernah diberi amnesti dan telah bersumpah setia pada Agustus 1962 lalu.
Melalui jalur dan kebijakan Intelijen, pihak militer memberikan santunan ekonomi sebagai bentuk welfare approach (pendekatan kesejahteraan) kepada seluruh mantan “mujahid” petinggi NII yang menyerah dan memilih menjadi desertir sayap militer NII.

Nama-nama Tokoh Penting di Belakang Gerakan Komando Jihad.
Nama Danu Mohammad Hasan[3] yang pertama kali dipilih Ali Murtopo untuk didekati dan akhirnya berhasil dibina menjadi ‘orang’ BAKIN, pada sekitar tahun 1966-1967. Pendekatan intelijen itu sendiri secara resmi dimulai pada awal 1965, dengan menugaskan seorang perwira OPSUS bernama Aloysius Sugiyanto.[4] Tokoh selanjutnya yang menyusul dibidik Ali Murtopo adalah Ateng Djaelani Setiawan.
Tokoh lain yang diincar Ali Murtopo dalam waktu bersamaan yang didekati Aloysius Sugiyanto adalah Daud Beureueh mantan Gubernur Militer Daerah Istimewa ACEH tahun 1947 yang memproklamirkan diri sebagai Presiden NBA (Negara Bagian Aceh) pada 20 September 1953, dan menyerah, kembali ke NKRI Desember tahun 1962.
Selanjutnya pendekatan terhadap para mantan petinggi sayap militer DI-TII yang lain yang berpusat di Jawa Barat dilakukan oleh Mayjen Ibrahim Aji, Pangdam Siliwangi saat itu.[5] Mereka yang dianggap sebagai “petinggi NII” oleh Ibrahim Aji itu di antaranya: Adah Djaelani dan Aceng Kurnia. Kedua mantan petinggi sayap militer DI ini pada saat itu setidaknya membawahi 24-26 nama (bukan ulama NII). Sedangkan mereka yang dianggap sebagai mantan petinggi sayap sipil DI yang selanjutnya menyatakan diri sebagai NII Fillah –antara lain adalah Kadar Shalihat, Djadja Sudjadi dan Abdullah Munir dan Kamaluzzaman– membawahi puluhan ulama NII.
Pengaruh dan Akibat Kebijakan Intelijen Ali Murtopo – ORDE BARU.
Baik menurut kubu para mantan petinggi sayap militer maupun sayap sipil NII, politik pendekatan pemerintah orde baru melalui Ibrahim Aji yang menjabat Pangdam Siliwangi tersebut, sangat diterima dengan baik, kecuali oleh beberapa pribadi yang menolak uluran pemerintah tersebut, yaitu Djadja Sudjadi[6] dan Abdullah Munir. Para mantan tokoh sayap militer dan sayap sipil DI selanjutnya menjadi makmur secara ekonomi. Hampir masing-masing individu mantan tokoh DI tersebut diberi modal cukup oleh Letkol Pitut Suharto berupa perusahaan CV (menjadi kontraktor) dilibatkan dalam proyek Inpres, SPBU atau agen Minyak Tanah.
Kebijakan OPSUS dan Intelijen selanjutnya menggelar konspirasi dengan meminta para mantan laskar NII tersebut mengkonsolidasikan kekuatan melalui reorganisasi NII ke seluruh Jawa dan Sumatra. Pada saat itu Ali Murtopo masih menjabat Aspri Presiden selanjutnya menjadi Deputi Operasi Ka BAKIN dan merangkap Komandan OPSUS ketika mendekati detik-detik digelarnya ‘opera’ konspirasi dan rekayasa operasi intelijen dengan sandi: “Komando Jihad” di Jawa Timur.
Dalam waktu yang bersamaan Soeharto menyiapkan Renstra (Rencana Strategis) Hankam (1974-1978) sebagaimana dilakukan ABRI secara sangat terorganisir dan sistematis melalui penyiapan 420 kompi satuan operasional, 245 Kodim sebagai aparat teritorial dan 1300 Koramil sebagai ujung tombak intelijen dalam gelar operasi keamanan dalam negeri yang diberi sandi Opstib dan Opsus.
Sementara, pada saat yang bersamaan di tahun 1971-1973 tersebut Ali Murtopo juga melindungi sekaligus menggarap Nurhasan al-Ubaidah Imam kelompok Islam Jama’ah yang secara kelembagaan telah dinyatakan sesat dan terlarang oleh Kejaksaan Agung tahun 1971, namun pada waktu yang sama justru dipelihara serta diberi kesempatan seluas-luasnya melanjutkan kiprahnya dengan missi menyesatkan ummat Islam melalui lembaga baru LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam) di bawah naungan bendera Golkar dan berganti nama menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang berlanjut hingga sekarang.
Dari sinilah pendekatan itu berkembang menjadi makin serius dan signifikan, ketika Ali Murtopo mengajukan ide tentang pembentukan dan pembangunan kembali kekuatan NII, guna menghadapi bahaya laten komunis dari utara maupun dalam rangka mengambil alih kekuasaan. Ide Ali Murtopo ini selanjutnya diolah Danu Mohammad Hasan dan dipandu Letkol Pitut Suharto, disambut Dodo Muhammad Darda, Tahmid Rahmat Basuki (anak SMK) dan H.Isma’il Pranoto (Hispran).
Keberadaan dan latar belakang Letkol Pitut Suharto yang memiliki kedekatan hubungan pribadi dengan Andi Sele di Makassar, juga dengan H. Rasyidi [7] di Gresik Jawa Timur, pada tahun 1968 akhirnya ditugaskan Ali Murtopo untuk mengolah hubungan dan keberadaan para mantan petinggi NII yang sudah dirintisnya sejak 1965 tersebut dengan kepentingan membelah mereka menjadi 2 faksi.
Faksi pertama diformat menjadi moderat untuk memperkuat Golkar, dan faksi kedua diformat bagi kebangkitan kembali organisasi Neo NII.
Keterlibatan Pitut Suharto yang akhirnya dinaikkan pangkatnya menjadi pejabat Dir Opsus di bawah Deputi III BAKIN terus berlanjut, Pitut tidak saja bertugas untuk memantau aktifitas para mantan tokoh DI tersebut, tetapi Pitut sudah terlibat aktif menyusun berbagai rencana dan program bagi kebangkitan NII, baik secara organisasi maupun secara politik termasuk aksi gerakannya.
Ketika BAKIN membuat program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah –seperti Mesir, Syria, Libya dan Saudi Arabia yang diantara alumnnya kemudian terkait dengan konflik Moro (MNLF) dan kelompok perlawanan Aceh– Pitut Suharto-lah yang ditunjuk Ali Murtopo untuk mengelola (membimbing, memantau, mengurus dan menyelesaikan) masalah tersebut, sekalipun keberangkatan para kader aktifis Indonesia ke Negara-negara Timur Tengah tersebut terbukti hanya untuk mempelajari pola-pola gerakan Islam di sana, sembari mempelajari syari’ah sebagai cover, dan melakukan pelatihan militer.
Tetapi antisipasi yang dilakukan pihak pemerintah Indonesia pada saat itu terlampau maju dan cepat, sekitar tahun 1975 keberadaan kedutaan Libya di Jakarta dipaksa tutup. Tetapi skenario Opsus terhadap kebangkitan organisasi NII terus digelindingkan. Bahkan Pitut Suharto (pihak intelijen/orde baru) justru menggunakan isu politik Libya di mata Barat dan bangkitnya NII tersebut dijadikan sebagai isu sentral terkait dengan “bahaya laten kekuatan ekstrim kanan” di Indonesia.

Kebijakan Abbuse of Power Intelijen Ali Murtopo.
Bersamaan dengan kebijakan itu (memanfaatkan situasi politik terhadap Libya tersebut) strategi Opsus yang dilancarkan melalui Pitut Suharto berhasil meyakinkan para Neo NII tersebut untuk sesegera mungkin menyusun gerakan jihad yang terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra untuk melawan dan merebut kekuasaan Soeharto. Semakin cepat hal tersebut dilaksanakan semakin berprospek mendapat bantuan persenjataan dari Libya, yang sudah diatur Ali Murtopo.
Berkat panduan Letnan Kolonel TNI AD Pitut Suharto[8] kegiatan musyawarah dalam rangka reorganisasi NII yang meliputi Jawa-Sumatra tersebut berlangsung beberapa hari, hal itu justru dilaksanakan di markas BAKIN jalan Senopati, Jakarta Selatan. Di sinilah situasi dan kondisi (hasil rekayasa BAKIN-Ali Murtopo dan Pitut Suharto melalui kubu Neo NII Sabilillah di bawah Daud Beureueh, Danu Mohammad Hasan, Adah Djaelani, Hispran dkk) berhasil didesakkan kepada kubu Fillah yang dipimpin secara kolektif oleh Djaja Sudjadi, Kadar Shalihat dan Abdullah Munir dkk untuk memilih kepemimpinan.
Hasil musyawarah kedua kubu (Fillah dan Sabilillah ini) yang dilakukan pada tahun 1976 ini menetapkan, kepemimpinan NII diserahkan kepada Tengku Daud Beureueh sekaligus membentuk struktur organisasi pemerintahan Neo NII yang terdiri dari Kementrian dan Komando kewilayahan (dari Komandemen Wilayah hingga Komandemen Distrik dan Kecamatan) namun tanpa dilengkapi dengan Majelis Syura maupun Dewan Syura.
Provokasi dan jebakan OPSUS terhadap para mantan tokoh DI berhasil, Struktur organisasi NII kepemimpinan Daud Beureueh berdiri dan berlangsung di bawah kendali Ali Murtopo yang saat itu menjabat sebagai Deputi Operasi Ka BAKIN melalui Kolonel Pitut Suharto.
Gerakan dakwah agitasi dan provokasi neo NII Sabilillah disponsori Pitut Suharto dan Ali Murtopo mulai berkembang ke seantero pulau Jawa. Muatan dakwah, agitasi dan provokasi para tokoh Neo NII bentukan Ali Murtopo-Pitut Suharto hanya berkisar seputar pentingnya struktur organisasi NII secara riil.
Karenanya kegiatan seluruh anggota kabinet Neo NII adalah melakukan rekrutmen melalui pembai’atan secepatnya untuk mengisi posisi pada struktur wilayah (Gubernur sekaligus sebagai Pangdam = Komandemen Wilayah) dan posisi pada struktur Distrik (Bupati sekaligus sebagai Kodim = Komandemen Distrik) seraya menebar janji akan segera memperoleh supply persenjataan dari Libya sebanyak satu kapal[9] yang akan mendarat di pantai selatan Pulau Jawa.
Sasaran rekrutmen (pembai’atan) dilakukan hanya sebatas mengisi posisi pada komandemen distrik struktur Neo NII, maka sasaran rekrutmen dipilih secara tidak selektif di antaranya adalah para tokoh pemuda Islam dan ulama atau kiai yang nota bene sangat awam politik maupun organisasi.
Tugas rekrutmen untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur dilakukan oleh H. Isma’il Pranoto dan H. Husein Ahmad Salikun. Di Jawa Timur aktifitas rekrutmen bagi kebangkitan Neo NII yang dilakukan oleh H. Isma’il Pranoto tersebut sama sekali tidak terlihat ada tindak lanjut apapun, baik yang berbentuk pelatihan manajemen dakwah dan organisasi maupun yang bersifat fisik baris berbaris, menggunakan senjata atau merakit bom. Tetapi hanya terhitung selang sebulan atau dua bulan kemudian, aparat keamanan dari Laksus tingkat Kodam, Korem dan Kodim menggulung dan menyiksa mereka tanpa ampun.
Jumlah korban penangkapan oleh pihak Laksusda Jatim yang digelar pada tanggal 6-7 Januari 1977 terhadap para rekrutan baru H. Isma’il Pranoto mencapai sekitar 41 orang, 24 orang di antaranya diproses hingga sampai ke pengadilan.
H. Ismail Pranoto divonis Seumur Hidup, sementara para rekrutan Hispran yang juga disebut sebagai para pejabat daerah struktur Neo NII tersebut, baru diajukan ke persidangan pada tahun 1982, setelah “disimpan” dalam tahanan militer selama 5 tahun, dengan vonis hukuman yang bervariasi. Ada yang divonis 16 tahun, 15 tahun, 14 tahun hingga paling ringan 6 tahun penjara.
H. Ismail Pranoto disidangkan perkaranya di Pengadilan Negeri Surabaya tahun 1978 dengan memberlakukan UU Subversif PNPS No 11 TH 1963 atas tekanan Pangdam VIII Brawijaya saat itu, Mayjen TNI-AD Witarmin[10]. Sejak itulah UU Subversif ini digunakan sebagai senjata utama untuk menangani semua kasus yang bernuansa makar dari kalangan Islam.
Nama Komando Jihad sendiri menurut H. Isma’il Pranoto merupakan tuduhan dan hasil pemberkasan pihak OPSUS, baik pusat maupun daerah (atas ide Ali Murtopo dan Pitut Suharto). Sementara penyebutan yang berlaku dalam tahanan militer Kodam VIII Brawijaya – ASTUNTERMIL di KOBLEN Surabaya, mereka dijuluki sebagai jaringan Kasus Teror Warman (KTW).
Sementara keberadaan Pitut Suharto sendiri sejak tanggal 6 Januari 1977 – saat dimulainya penangkapan terhadap H. Isma’il Pranoto dan orang-orang yang direkrutnya sebagai kelompok Komando Jihad– Pitut justru pergi menyelamatkan diri dengan menetap di Jerman Barat, dan baru kembali ke Indonesia setelah 6 atau 7 tahun kemudian.
Di Jawa Tengah sendiri aksi penangkapan terhadap anggota Neo NII rekrutan H. Isma’il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun oleh OPSUS, seperti Abdullah Sungkar maupun Abu Bakar Ba’asyir dan kawan-kawan berjumlah cukup banyak, sekitar 50 orang, akan tetapi yang diproses hingga sampai ke pengadilan hanya sekitar 29 orang. Penangkapan terhadap anggota Neo NII wilayah Jawa Tengah rekrutan H. Isma’il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun berlangsung tahun 1978-1979.
Di Sumatera, aksi penangkapan secara besar-besaran berdasarkan isu Komando Jihad ini terjadi sepanjang tahun 1976 hingga tahun 1980, dan berhasil menjaring dan memenjarakan ribuan orang.
Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja’i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony), Abdul Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981.
Namun dari sekitar 200 orang anggota Neo NII yang ditangkap OPSUS tersebut, hanya sekitar 30 elitenya saja yang dilanjutkan ke persidangan, selebihnya dibebaskan bersyarat oleh OPSUS termasuk beberapa nama yang menjadi tokoh komando KW-9 [12], kecuali satu nama tokoh yang dibebaskan tanpa syarat, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama Helmi Aminuddin bin Danu, salah seorang alumni program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah (Madinah, Saudi Arabia) oleh Bakin.
Akan tetapi isu dan dalih keterkaitan dengan bahaya kebangkitan NII, Komando Jihad dan Teror Warman berdasarkan hasil pengembangan penyidikan pihak keamanan terhadap mereka yang pernah ditangkap maupun yang diproses ke pengadilan, oleh pihak OPSUS digunakan terus untuk melakukan penangkapan-penangkapan secara berkelanjutan dan konsisten.
Sekitar medio 1980 OPSUS Jawa Timur melakukan penangkapan terhadap 5 tokoh pelanjut Komandemen Wilayah Jawa Timur, Idris Darmin Prawiranegara. Kemudian dilanjutkan dengan penangkapan berikutnya pada medio 1982, terhadap orang-orang baru yang direkrut Idris Darmin di wilayah jawa timur dengan jumlah sekitar 26 orang.
Kesimpulan
Secara substansi, makna kebangkitan Neo NII yang lahir dibidani dan buah karya operasi intelijen OPSUS tersebut, sangat tidak layak untuk dinilai dan atau diatasnamakan sebagai wujud perjuangan politik berbasis ideologi Islam (apalagi sampai dikategorikan sebagai jihad suci fii sabilillah).
Secara substansi, makna kebangkitan Neo NII yang lahir dibidani dan buah karya operasi intelijen OPSUS tersebut, sangat tidak layak untuk dinilai dan atau diatasnamakan sebagai wujud perjuangan politik berbasis ideologi Islam (apalagi sampai dikategorikan sebagai jihad suci fii sabilillah).
Misi dan orientasi kiprah gerakan reorganisasi yang dilakukan para mantan tokoh sayap militer NII tersebut adalah lebih didorong oleh dan dalam rangka memperoleh materi dan kedudukan politis, kemudian bertemu-bekerjasama (bersimbiosis mutualistis) dengan para tokoh intelijen BAKIN yang benci terhadap Islam. Dengan demikian gerakan Komando Jihad, Kebangkitan Neo NII maupun para mantan tokoh sayap militer DI tersebut sulit dinilai sebagai perjuangan yang murni untuk tegaknya Islam.
Perjuangan dan usaha para pihak atau pribadi yang dilakukan karena semangat dan ketulusan untuk memperjuangkan Islam, yang tidak didorong dalam rangka memperoleh jabatan politis atau sarana materi sebagaimana halnya sikap dan tindakan para mantan tokoh sayap sipil DI tersebut, menunjukkan posisi mereka sebagai korban pengkhianatan para mantan tokoh sayap militer DI sendiri dalam berpolitik.
Seluruh bentuk kerugian atau efek negatif yang menimpa masyarakat Neo NII adalah karena provokasi dan agitasi para mantan tokoh sayap militer DI, yang secara sadar dan sukarela menyetujui dan mendukung kebijakan intelijen OPSUS (orde baru). Oleh karenanya merekalah yang harus bertanggungjawab atas hancurnya gerakan dakwah Islam dan citra negatif citra negatif dakwah. Dalam hal ini, ada tiga pihak yang harus bertanggung jawab :
Pihak ke I adalah aparat teritorial pemerintah Orde Baru, mulai dari tingkat Kodim, Korem hingga Kodam yang pada masa itu disebut sebagai aparat Laksusda (DanSatgas Intel atau Intel Balak = Intelijen Badan Pelaksana) yang bertugas melakukan penangkapan, penyiksaan hingga pemberkasan terhadap jaringan gerakan Islam (Neo NII, Komando Jihad, Teror Warman, Teror Imran* dan Usrah) yang menjadi target obyek operasi intelijen. Pihak berikutnya adalah para pemrakarsa, pembuat skenario dan sutradara dari operasi intelijen yang dirancang oleh sayap intelijen yang berkuasa penuh di bawah struktur Kopkamtib.
Pihak ke I bisa juga disebut sebagai kekuatan bayangan dari struktur kekuasaan yang ada saat itu namun diformat memiliki kewenangan penuh untuk merancang program, mekanisme dan pengelolaan (mengendalikan) terhadap perjalanan sistem politik, ekonomi dan pemerintahan yang berlaku. Pihak ke I sangat dimungkinkan untuk melakukan kerjasama dan menerima order, baik dari penguasa domestik maupun asing, mengingat hukum Politik, kepentingan kekuasaan dan intelijen selalu mengglobal, sesuai peta dan kubu ideologi yang eksis di dunia atau berlaku universal.
Oleh karena itu pihak ke I diberi kewenangan luar bisa, baik dalam menyusun grand ‘scenario’ hingga tingkat pelaksanaan (juklak) yang dilakukan secara rahasia dan rapi, selanjutnya dikordinasikan penerapan aturan mainnya dengan lemhannas dan departemen-departemen maupun kementrian. Dengan demikian tugas, peran dan keberadaan pihak ke I menurut garis besar haluan negara merupakan hal yang legal dan wajar, sekalipun untuk kepentingan itu harus mengorbankan apa saja (abuse of power: terhadap demokrasi dan HAM) atau membuat sandiwara dan rekayasa apa saja. Itulah hukum yang berlaku dalam dunia politik, kepentingan kekuasaan dan intelejen.
Selanjutnya, pihak ke I lainnya adalah mereka yang menjadi inisiator membangkitkan neo NII, dalam rangka memberikan stigma negative terhadap umat Islam, menciptakan beban psikologis kepada umat Islam Indonesia yang hingga kini diposisikan sebagai produsen gerakan radikal bahkan pelaku teror. Sebagai aparat negara seharusnya mereka menggali potensi rakyat dan memberdayakan potensi tersebut ke tempat semestinya, bukan justru dijadikan instrumen politik untuk menggapai kekuasaan dan atau mempertahankan kekuasaan.
– Pihak ke II adalah pihak yang secara sengaja dan sadar menjalin hubungan dengan pihak ke I, yang dikenal dan dipahami sebagai pejabat intelejen militer sekaligus sebagai pejabat pemerintah dan Negara yang licik dan kejam.
– Pihak ke III, adalah orang-orang yang bersedia direkrut dan memposisikan dirinya sebagai pihak yang secara sadar telah terdorong dan termotivasi untuk berjihad secara ikhlas di jalan Islam namun terperosok dan terlanjur masuk ke dalam struktur gerakan Neo NII. Posisi mereka adalah sebagai korban tak sadar dari abuse of Power, sistem dan kebijakan politik maupun intelejen Orde Baru.
Keterangan Tambahan Mengenai Teror Imran:
Munculnya kasus Jama’ah Imran pada pertengahan tahun 1980 berlangsung melalui proses yang berdiri sendiri. Dalam artian, tidak ada keterkaitan dan tidak ada hubungan –baik secara ideologi maupun sikap politik– dengan eksistensi gerakan Neo NII atau Komando Jihad dan Teror Warman.
Memang sempat terjadi “interaksi” antara anggota Jama’ah Imran dengan beberapa elite KW-9 (Komandemen Wilayah 9) dalam struktur Neo NII atau Komando Jihad hasil ciptaan Ali Murtopo dan Pitut Suharto tersebut.
Bentuk “interaksi” yang terjadi pada akhir 1980-an itu, bukanlah “interaksi” yang kooperatif tetapi justru saling kecam dan saling ancam. Hal ini terjadi, karena H.M. Subari (alm) yang merupakan elite (orang struktur) Neo NII KW-9 pernah mengatakan, “dalam satu wilayah tidak boleh ada 2 Jama’ah dan 2 Imam yang berlangsung secara bersamaan, kecuali salah satunya harus dibunuh.”
FOOTNOTE
[1] Padahal, amanat/wasiat sang imam (SMK) adalah tidak boleh menyerah.
[1] Padahal, amanat/wasiat sang imam (SMK) adalah tidak boleh menyerah.
[2] Rahmat Gumilar Nataprawira, RUNISI (Rujukan Negara Islam Indonesia). Dipertegas juga oleh pernyataan lisan dari Abdullah Munir dan tertulis dari Abdul Fatah Wirananggapati (pemegang amanah KUKT dari SMK 1953).
[3] Mantan Panglima Divisi atau Komandan Resimen DI-TII, pada saat sidang pengadilan Militer – MAHADPER, Agustus 1962 mengaku salah dan memberi kesaksian yang isinya menyalahkan sikap dan kebijakan politik SM Kartosoewiryo. Hubungan ini kemudian memberi OPSUS buah menguntungkan yang tidak disangka-sangka. “Saya berperan sebagai petugas pengawas Danu,” kenang Sugiyanto, “dan di bulan Maret 1966, kami menggunakan dia dan anak buahnya untuk memburu anggota BPI yang sedang bersembunyi di Jakarta.” Selanjutnya sejak tahun 1971, Danu Muhammad Hasan dan Daud Beureueh sering terlihat di jalan Raden Saleh 24 Jakarta Pusat (salah satu kantor Ali Murtopo), terkadang di Jalan Senopati (Kantor BAKIN), ada kalanya di Tanah Abang III (Kantor CSIS).
[4] Menurut Sugiyanto hubungan ini kemudian memberi OPSUS bunga menguntungkan yang tidak disangka-sangka. “Saya berperan sebagai petugas pengawas Danu,” kenang Sugiyanto, “dan di bulan Maret 1966, kami menggunakan dia dan anak buahnya untuk memburu anggota BPI yang sedang bersembunyi di Jakarta.” (lebih jelasnya lihat Kenneth Conboy, Intel: Inside Indonesia’s Inteligence Services).
[5] Seperti pengakuan Ules Suja’i: “Soal pak Adah yang santer diisukan menerima jatah minyak dari militer, memang dulu itu saya tahu pak Adah pernah menerima jatah minyak dan oli dari RPKAD (KOPASSUS sekarang, pen), karena setiap pasukan itu kan memiliki jatah dari Pertamina, nah oleh RPKAD jatah tersebut diberikan ke pak Adah. Itu mah lewat perjuangan. Saya sendiri dengan pak Adah memang pernah dipanggil oleh Ibrahim Aji mendapat surat supaya dibantu oleh Pertamina lalu masuk ke Pertamina pusat jawabannya kurang memuaskan, malah kalau saya sendiri sampai ke WAPERDAM sampai ketemu Khaerus Shaleh, ya Alhamdulillah berhasil.”
[6] Djadja Sudjadi akhirnya tewas dibunuh Ki Empon atas perintah Adah Djaelani. Ironisnya, hingga akhir hayatnya Ki Empon meninggal dalam keadaan miskin dan serba susah sedangkan Adah Djaelani hidup terpandang dan lumayan sejahtera sebagai petinggi yang lebih dihormati dari AS Panji Gumilang di lingkungan mabes NII di Ma’had Al-Zaytun, Indramayu.
[7] H. Rasyidi, adalah bapak kandung Abdul Salam alias Abu Toto alias Syaikh A.S. Panji Gumilang, yang kini menjadi syaikhul Ma’had Al-Zaytun yang dikenal sebagai “mabes” NII yang kental dengan nuansa misteri intelejen. Abu Toto alias Abdul Salam Panji Gumilang sendiri sejak mahasiswa menjadi kader intelejen kesayangan Pitut Suharto.
[8] Pitut Suharto pensiun dengan pangkat Kolonel, kini berdomisili di Surabaya.
[9] Janji serupa ini juga berulang pada diri Nur Hidayat, provokator kasus Lampung (Talangsari) yang terjadi Februari 1989. Nur Hidayat dkk ketika itu yakin sekali bahwa rencana makarnya pasti berhasil karena akan mendapat bantuan senjata satu kapal yang akan mendarat di Bakauheni, Lampung.
[10] Witarmin, menurut penuturan H Isma’il Pranoto di masa pergolakan DI-TII adalah sebagai komandan Batalyon 507 Sikatan yang sempat dilucuti oleh pasukan TII di bawah komando H. Ismail Pranoto.
[11] Helmi Aminuddin adalah putera Danu Mohammad Hasan, alumni Universitas Madinah, yang dikirim Bakin ke Saudi Arabia dalam Program pemberangkatan para pemuda ke Timur Tengah, yang ketika kembali ke Indonesia aktive dalam pergerakan.
[12] Pada tahun 1984, para para elite NII Komandemen Wilayah IX (yang ditangkap OPSUS pada pertengahan tahun 1980 hingga pertengahan tahun 1981, bersama dengan para pimpinan Neo NII, Adah Djaelani-Aceng Kurnia) dibebaskan bersyarat dari Rumah tahanan militer Cimanggis, tanpa melalui proses hukum (Pengadilan), mereka itu adalah: Fahrur Razi, Royanuddin, Abdur Rasyid, Muhammad Subari, Ahmad Soemargono, Amir, Ali Syahbana, Abdul Karim Hasan, Abidin, Nurdin Yahya dan Muhammad Rais Ahmad, dan Anshory; kecuali Helmi Aminuddin bin Danu M Hasan yang dibebaskan tanpa syarat.
Sumber Eramuslim/Mohamad Fatih.
Selasa, 09 Mei 2017
SAKIT GA SEMBUH SEMBUH DAN SELALU DAPAT MUSIBAH ?
Penyakit baik fisik, psikis, gangguan jin yang tidak sembuh sembuh atau musibah yang datang bertubi tubi bisa disebabkan oleh Ain.
Gangguan Ain ini benar adanya disebabkan karena pandangan mata kagum tanpa dibarengi dzikir pada Allah atau dengki dan hasad pada seseorang atau suatu benda yang dapat mencelakakan atau menimbulkan mudharat.
Ain bisa dilancarkan oleh manusia dan jin dengan tenaga ruhaninya yg keluar melalui matanya bisa menimbulkan mudharat pada manusia dan benda benda sekitarnya.
-----------------
Penyakit dan musibah apa saja yang bisa diakibatkan oleh pancaran mata jahad ?
--------------------
Semua penyakit fisik didunia ini bisa diakibatkan karena power Ain, dari penyakit berat seperti kanker, tumor, sakit jantung, sakit ginjal, lumpuh, sampe sakit kepala, flu dan pilek.
Semua penyakit jiwa/psikis didunia ini juga bisa diakibatkan karena power Ain dari gila, depresi, autisme, hyperaktif, depresi, idiot, phobia, halusinasi, delusi, waham sampe was-was juga stress.
Seluruh gangguan jin, sihir juga bisa bersumberkan awalnya dari power Ain.
Seluruh musibah didunia ini bisa tersangkanya karena Ain seperti kecelakaan, kemalingan, jomblo menahun, selalu bercerai, selalu gagal dalam usaha, jatuh miskin, selalu cek cok dan ribut, bahkan kematian.
Bencana alam bahkan bisa bersumberkan karena power Ain.
----------------
Solusi pencegahan dan pengobatan Ain dengan Ruqyah
---------------
Solusi utamanya adalah dengan RUQYAH !!
Untuk membentengi diri atau harta benda dari serangan power energi Ain adalah Rutin setiap sehabis Sholat baca doa perlindungan seperti Al Fatihah, ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.
Jika anda merasa tubuh anda selalu sakit sakitan, anda mengalami beragam gangguan psikis atau kejiwaan, anda selalu mengalami kemalangan, musibah selama hidup, LAKUKAN RUQYAH BAIK DIRUQYAH ORANG LAIN ATAU RUQYAH MANDIRI ga perlu pusing menuduh kiri kanan manusia atau jin yang kirim Ain!
Cara Meruqyah karena pengaruh Ain!
1. Dibacakan Ruqyah atau membaca Ruqyah sendiri dengan niat khusus menghilangkan pengaruh Ain
Dalil :
Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).
2. Mandi Air Ruqyah
Dalil :
Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).
-----------
Amalan Surat dan Ayat pembatal power Ain
-----------
Baca amalan dibawah ini rutin sampai penyakit atau kemalangan yg anda derita hilang atau masukkan tangan anda didalam air lalu baca amalan dibawah ini dengan setiap selesai membaca satu surat atau ayat dihembuskan kedalam air lalu buat mandi lakukan selama 40 harian sampe penyakit anda sembuh atau musibah atau kemalangan yg anda derita hilang.
1.Dalam keadaan suci/wudhu
2.Menghadap kiblat
3.Lintaskan niat dalam hati untuk menyembuhkan penyakit ‘ain dan hasad
4.Lalu baca ini:
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على محمد وأله وصحبه وسلم
Alhamdulillahi Robbil’aalamiiiin was sholatu was salaamu ‘ala Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam
5.Baca istiqfar 3x atau 100x
6.Tanamkan rasa lemah anda dengan membaca Alhauqalah 3x yaitu:
لا حول ولا قوة الا باالله
Laa haula wa laa quwwata illa billah
“Tiada daya dan upaya selain kekuatan Allah”.
7.Berdo’a dengan do’a berikut 3x
يا حي يا قيوم برحمتك استغيث
Ya Hayyu Ya Qoyyum birahmatika astagist
“Wahai Zat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya,dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan”.
8.Mulailah baca ayat-ayat berikut dengan khusyu’ dan penuh harap bantuan Allah SWT.Saya sarankan membacanya lewat musyhaf yang terjemahan agar mengerti apa yang dibaca.Inilah ayat-ayatnya dan ulang-ulang kalimat yang didalam kurung sekurang-kurangnya 7x:
1.Alfatihah 7x
2.Albaqarah:1-5 (1x)
3.Albaqarah:7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ (وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِم)ْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
4.Albaqarah:17-20
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ (لَا يُبْصِرُونَ)صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ * أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ * يَكَادُ الْبَرْقُ (يَخْطَفُ أَبْصَارَهُم)ْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ (وَأَبْصَارِهِمْ) ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءقدير.
6.Albaqarah:50
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمْ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ (وَأَنْتُمْ تَنظُرُون).
7.Albaqarah:60
وَإِذْ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ (عَيْنًا) قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْا فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ.
8.Albaqarah:69
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا (تَسُرُّ النَّاظِرِين)َ.
9.Albaqarah:109
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ ( كُفَّارًا حَسَدًا) مِنْ عِنْدِ أَنفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
10.Albaqarah:255(Ayat kursi) 1×
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ (وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ)
11.Albaqarah:285-286 1×
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
12.Al-Mulk:1-4
ِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ * الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ * الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ (يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ) خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ.
13.Al-Qolam:51
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا (لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِم)ْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
14.likhlas 3x
15.Alfalaq:7× atau lebih dan khusus ayat terakhir diulang-ulang terus.
16.An-Nas:3×
17.Baca zikir berikut dan ulang-ulang kalimat didalam kurungnya:
أعوذ بكلمات الله التمة من كل شيطان وهمة (ومن كل عين لمة)
A’udzu bikalimaatillahi tammah min kulli syaithonin wa hammah wa min kulli ‘ainin lammah
“Aku mohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna dari setan dan binatang berbisa dan dari pandangan mata jahat”.
بسم الله أرقيني من كل شيء يؤذيني ومن كل نفس او (عين حاسد) الله يشفيني بسم الله أرقيني
Bismillahi arqiini min kulli syai’in yukdzini wa min kulli nafsin auw ‘ainin haasid Allohu yasyfiini bismillahi arqiini
“Dengan nama Allah aku menjampi diriku dari segala yang menyakitiku,dari segala jiwa atau pandangan dan dengki Allah lah yang menyembuhkanku dengan nama Allah aku menjampi diriku”.
17.Tutup dengan shalawat dan hamdalah.
Demikian semoga bermanfaat.Aamiiiin
Sumber : Perdana Akhmad, S.Psi
Gangguan Ain ini benar adanya disebabkan karena pandangan mata kagum tanpa dibarengi dzikir pada Allah atau dengki dan hasad pada seseorang atau suatu benda yang dapat mencelakakan atau menimbulkan mudharat.
Ain bisa dilancarkan oleh manusia dan jin dengan tenaga ruhaninya yg keluar melalui matanya bisa menimbulkan mudharat pada manusia dan benda benda sekitarnya.
-----------------
Penyakit dan musibah apa saja yang bisa diakibatkan oleh pancaran mata jahad ?
--------------------
Semua penyakit fisik didunia ini bisa diakibatkan karena power Ain, dari penyakit berat seperti kanker, tumor, sakit jantung, sakit ginjal, lumpuh, sampe sakit kepala, flu dan pilek.
Semua penyakit jiwa/psikis didunia ini juga bisa diakibatkan karena power Ain dari gila, depresi, autisme, hyperaktif, depresi, idiot, phobia, halusinasi, delusi, waham sampe was-was juga stress.
Seluruh gangguan jin, sihir juga bisa bersumberkan awalnya dari power Ain.
Seluruh musibah didunia ini bisa tersangkanya karena Ain seperti kecelakaan, kemalingan, jomblo menahun, selalu bercerai, selalu gagal dalam usaha, jatuh miskin, selalu cek cok dan ribut, bahkan kematian.
Bencana alam bahkan bisa bersumberkan karena power Ain.
----------------
Solusi pencegahan dan pengobatan Ain dengan Ruqyah
---------------
Solusi utamanya adalah dengan RUQYAH !!
Untuk membentengi diri atau harta benda dari serangan power energi Ain adalah Rutin setiap sehabis Sholat baca doa perlindungan seperti Al Fatihah, ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.
Jika anda merasa tubuh anda selalu sakit sakitan, anda mengalami beragam gangguan psikis atau kejiwaan, anda selalu mengalami kemalangan, musibah selama hidup, LAKUKAN RUQYAH BAIK DIRUQYAH ORANG LAIN ATAU RUQYAH MANDIRI ga perlu pusing menuduh kiri kanan manusia atau jin yang kirim Ain!
Cara Meruqyah karena pengaruh Ain!
1. Dibacakan Ruqyah atau membaca Ruqyah sendiri dengan niat khusus menghilangkan pengaruh Ain
Dalil :
Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).
2. Mandi Air Ruqyah
Dalil :
Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).
-----------
Amalan Surat dan Ayat pembatal power Ain
-----------
Baca amalan dibawah ini rutin sampai penyakit atau kemalangan yg anda derita hilang atau masukkan tangan anda didalam air lalu baca amalan dibawah ini dengan setiap selesai membaca satu surat atau ayat dihembuskan kedalam air lalu buat mandi lakukan selama 40 harian sampe penyakit anda sembuh atau musibah atau kemalangan yg anda derita hilang.
1.Dalam keadaan suci/wudhu
2.Menghadap kiblat
3.Lintaskan niat dalam hati untuk menyembuhkan penyakit ‘ain dan hasad
4.Lalu baca ini:
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على محمد وأله وصحبه وسلم
Alhamdulillahi Robbil’aalamiiiin was sholatu was salaamu ‘ala Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam
5.Baca istiqfar 3x atau 100x
6.Tanamkan rasa lemah anda dengan membaca Alhauqalah 3x yaitu:
لا حول ولا قوة الا باالله
Laa haula wa laa quwwata illa billah
“Tiada daya dan upaya selain kekuatan Allah”.
7.Berdo’a dengan do’a berikut 3x
يا حي يا قيوم برحمتك استغيث
Ya Hayyu Ya Qoyyum birahmatika astagist
“Wahai Zat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya,dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan”.
8.Mulailah baca ayat-ayat berikut dengan khusyu’ dan penuh harap bantuan Allah SWT.Saya sarankan membacanya lewat musyhaf yang terjemahan agar mengerti apa yang dibaca.Inilah ayat-ayatnya dan ulang-ulang kalimat yang didalam kurung sekurang-kurangnya 7x:
1.Alfatihah 7x
2.Albaqarah:1-5 (1x)
3.Albaqarah:7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ (وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِم)ْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
4.Albaqarah:17-20
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ (لَا يُبْصِرُونَ)صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ * أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ * يَكَادُ الْبَرْقُ (يَخْطَفُ أَبْصَارَهُم)ْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ (وَأَبْصَارِهِمْ) ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءقدير.
6.Albaqarah:50
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمْ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ (وَأَنْتُمْ تَنظُرُون).
7.Albaqarah:60
وَإِذْ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ (عَيْنًا) قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْا فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ.
8.Albaqarah:69
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا (تَسُرُّ النَّاظِرِين)َ.
9.Albaqarah:109
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ ( كُفَّارًا حَسَدًا) مِنْ عِنْدِ أَنفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
10.Albaqarah:255(Ayat kursi) 1×
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ (وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ)
11.Albaqarah:285-286 1×
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
12.Al-Mulk:1-4
ِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ * الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ * الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ (يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ) خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ.
13.Al-Qolam:51
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا (لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِم)ْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
14.likhlas 3x
15.Alfalaq:7× atau lebih dan khusus ayat terakhir diulang-ulang terus.
16.An-Nas:3×
17.Baca zikir berikut dan ulang-ulang kalimat didalam kurungnya:
أعوذ بكلمات الله التمة من كل شيطان وهمة (ومن كل عين لمة)
A’udzu bikalimaatillahi tammah min kulli syaithonin wa hammah wa min kulli ‘ainin lammah
“Aku mohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna dari setan dan binatang berbisa dan dari pandangan mata jahat”.
بسم الله أرقيني من كل شيء يؤذيني ومن كل نفس او (عين حاسد) الله يشفيني بسم الله أرقيني
Bismillahi arqiini min kulli syai’in yukdzini wa min kulli nafsin auw ‘ainin haasid Allohu yasyfiini bismillahi arqiini
“Dengan nama Allah aku menjampi diriku dari segala yang menyakitiku,dari segala jiwa atau pandangan dan dengki Allah lah yang menyembuhkanku dengan nama Allah aku menjampi diriku”.
17.Tutup dengan shalawat dan hamdalah.
Demikian semoga bermanfaat.Aamiiiin
Sumber : Perdana Akhmad, S.Psi
Jumat, 28 April 2017
E Bike
1. Dinamo.
Umumnya ada dua jenis dinamo yg dipasaran= brushed dan Brushless (BLDC). Metode brushed, dinamo berputar akibat desakan kutub magnet yg berlawanan.. Ciri utamanya... dari dinamo hanya ada dua kabel keluar yaitu kabel power (biasanya merah dan hitam). Sementara BLDC magnet berputar mengelilingi kumparan dinamo akibat hal sensor. Pada BLDC selain dua kabel power, ada juga kabel Hal sensor (tiga kabel, biasanya kuning, hijau, biru), Selain itu pada BLDC juga ada 3 kabel Phase. dinamo BLDC umumnya berlaku juga sebagai hub, jadi gak perlu bantuan rantai atau belt lagi utk menggerakan roda (kecuali model mid drive).
BLDC sekarang lebih popular karena daya putar (tourqe) lebih besar dibandingkan tipe Brushed. Ada 3jenis BLDC= front hub (di roda depan), Rear hub (roda belakang), dan central (diletakan pada crank / goesan sepeda).
Power dari e-bike dipengaruhi terutama berapa besar Watt pada dinamo. Yang paling umum 250W. Kalo agan pake umumnya di jalan datar, tanjakan turunan 5% udah cukup pake yang 250W. Bahkan naik flyover juga sudah bisa (bantu goes sedikit). Tapi kalo daerah agan lebih berbukit, naik turun maka saran ane... minimal 500W. Kalau mau kebut banget yah... pake 1000W... tapi mengerikan.. soalnya bodi sepeda kan enteng.. ane pernah coba... sereeemm gan... hehe...
2. Controller
Controller disini adalah seperti ECU (Electronic Controller Unit) pada mobil yang mengatur kecepatan, pemutus arus saat rem, merubah mode pedal assist dsb.
Umumnya ada dua jenis dinamo yg dipasaran= brushed dan Brushless (BLDC). Metode brushed, dinamo berputar akibat desakan kutub magnet yg berlawanan.. Ciri utamanya... dari dinamo hanya ada dua kabel keluar yaitu kabel power (biasanya merah dan hitam). Sementara BLDC magnet berputar mengelilingi kumparan dinamo akibat hal sensor. Pada BLDC selain dua kabel power, ada juga kabel Hal sensor (tiga kabel, biasanya kuning, hijau, biru), Selain itu pada BLDC juga ada 3 kabel Phase. dinamo BLDC umumnya berlaku juga sebagai hub, jadi gak perlu bantuan rantai atau belt lagi utk menggerakan roda (kecuali model mid drive).
BLDC sekarang lebih popular karena daya putar (tourqe) lebih besar dibandingkan tipe Brushed. Ada 3jenis BLDC= front hub (di roda depan), Rear hub (roda belakang), dan central (diletakan pada crank / goesan sepeda).
Power dari e-bike dipengaruhi terutama berapa besar Watt pada dinamo. Yang paling umum 250W. Kalo agan pake umumnya di jalan datar, tanjakan turunan 5% udah cukup pake yang 250W. Bahkan naik flyover juga sudah bisa (bantu goes sedikit). Tapi kalo daerah agan lebih berbukit, naik turun maka saran ane... minimal 500W. Kalau mau kebut banget yah... pake 1000W... tapi mengerikan.. soalnya bodi sepeda kan enteng.. ane pernah coba... sereeemm gan... hehe...
2. Controller
Controller disini adalah seperti ECU (Electronic Controller Unit) pada mobil yang mengatur kecepatan, pemutus arus saat rem, merubah mode pedal assist dsb.
Langganan:
Postingan (Atom)



